Rencana Erick Thohir soal Vaksin Corona: Uji Klinis, Produksi, hingga Imunisasi

Rencana Erick Thohir soal Vaksin Corona: Uji Klinis, Produksi, hingga Imunisasi

Rencana Erick Thohir soal Vaksin Corona: Uji Klinis, Produksi, hingga Imunisasi

Rencana Erick Thohir soal Vaksin Corona: Uji Klinis, Produksi, hingga Imunisasi

 

Negara-negara di dunia sedang bersaing menciptakan vaksin corona. Vaksin yang bakal disuntikkan ke tubuh insan ini dipercayai menjadi salah satu solusi meredam penyebaran virus corona. LudoQQ pokerace99

Di Indonesia, pemerintah telah menyebabkan vaksin dari Sinovac, perusahaan medis asal China. Vaksin ini telah melalui dua tahap, yaitu uji klinis di negara asalnya dan tengah dalam etape uji jajaki ketiga di Laboratorium Biofarma, Bandung.

Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang pun Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dua etape uji klinis dari vaksin ini di China dilaksanakan pada manusia. Di Indonesia, akan dilaksanakan hal yang sama, namun dalam jumlah yang lebih banyak lagi pada manusia.

“Ini anda harapkan diuji klinis 3 ini aman bikin manusia. Apakah uji klinis 1 dan 2 telah diuji cobakan ke manusia? Asumsi saya iya sebab yang ketiga ini kan telah jauh lebih aman,” kata dia dalam wawancara eksklusif dengan kumparan, Jumat (7/8).

Tambah Kapasitas Produksi Vaksin Biofarma Rp 1,3 Triliun

Sambil mengerjakan uji klinis etape ketiga, Erick dan Biofarma pun menambah kapasitas buatan vaksin dari yang sebelumnya melulu mampu digarap 40 juta vaksin per tahun, sekarang harus dapat memenuhi 190 juta vaksin guna sekali vaksin

Karena itu, kapasitas pabrik Biofarma yang diperbanyak dari 100 juta buatan vaksin, menjadi 250 juta. Itu dengan kata lain ada tambahan keterampilan produksi 150 juta dalam setahun.

“Nah, Insya Allah Desember ini Biofarma dapat produksi 250 juta per tahun, sangat tidak (mencukupi keperluan 190 juta orang yang bakal divaksin). Ada cost (biayanya) membina tambahan 150 juta kapasitas produksi tersebut Rp 1,3 triliun,” ujarnya.

Imunisasi Massal, Harga per Vaksin USD 15

Jika hal uji klinis etape ketiga sudah dilaksanakan pada 1.620 orang pada September mendatang dan mulai akhir tahun ini 250 juta vaksin siap diproduksi, langkah selanjutnya ialah melakukan imunisasi secara massal di kota-kota yang masuk zona merah

Imunisasi rencananya akan dilaksanakan bertahap. Pertama di Januari dan Februari 2020 sejumlah 30-40 juta vaksin. Imunisasi ini dilaksanakan dua kali per orang. Itu artinya, jumlah vaksin yang mesti diproduksi Biofarma sejumlah 300-380 juta.

“Kalau harganya USD 15 per vaksin, jadi berapa? Ya anggap 300 juta orang dikali segitu, telah USD 4,5 miliar,” ujarnya.

Erick mengatakan, dana itu akan ditelusuri pemerintah dari sekian banyak kantong, salah satunya dari perkiraan Kementerian Kesehatan Rp 24,8 miliar yang beberapa akan dianggarkan untuk duit muka (DP) vaksin.

Dia mengatakan, andai produksi vaksin Biofarma tidak lumayan memenuhi keperluan 300 juta vaksin guna dua kali imunisasi, pemerintah pun bekerja sama dengan perusahaan medis swasta nasional laksana Kalbe Farma dan Sanbe.

Mereka boleh memproduksi vaksin dari Sinovac ini, tapi jangan menjualnya secara bebas. Penerapan imunisasi vaksin corona ini mesti terpusat oleh pemerintah.

“Musti dikontrol, sebab ini menggunakan perkiraan pemerintah. Jadi enggak dapat nanti (perusahaan) setiap jual vaksin sendiri ke rakyat. Nanti yang kaya justeru duluan disuntik sebab mampu bayar, enggak boleh kayak gitu,” kata dia.

Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia

Di samping menyiapkan imunisasi massal dari vaksin produksi China, Erick menuliskan proses membuat vaksin produksi Indonesia atau vaksin merah putih terus dilakukan.

Erick telah meminta Kepala BPPT Bambang Brodjonegoro supaya proses mengejar vaksin di domestik terus dilakukan.

“Pak Bambang sedang mengusahakan, biarkan tersebut berjalan, namun uji klinis 1, 2, dan 3 kapannya, biarkan anda dukung,” jelas Erick