Rekam Jejak Tak Bersahabat Hantui Andrea Pirlo

Rekam Jejak Tak Bersahabat Hantui Andrea Pirlo

Rekam Jejak Tak Bersahabat Hantui Andrea Pirlo

Rekam Jejak Tak Bersahabat Hantui Andrea Pirlo

Andrea Pirlo masih ingat rasanya jadi korban comeback 17 musim lalu. Saat itu, Pirlo yang bermain untuk AC Milan disikat oleh Deportivo La Coruna empat gol tanpa balas dalam second leg perempat final Liga Champions 2003–2004. Kemenangan 4-1 I Rossoneri pada first leg seolah tak berarti.

’’Kami seperti lupa caranya bermain dan mereka (Deportivo La Coruna, Red) menertawakan kami habis-habisan malam itu,’’ kenang Pirlo di Continassa (markas latihan Juve) tadi malam. Daftar di sini

Kenangan pahit itu makin menggores lantaran Pirlo lebih sering gagal saat dia tidak mampu membawa klubnya membalikkan ketertinggalan. Dari empat kali berhadapan dengan situasi kalah pada first leg fase knockout di Liga Champions, hanya sekali dia merasakan kemenangan. Yaitu, dalam semifinal 2006–2007 kontra Manchester United.

Sementara tiga kegagalan dialami saat Rossoneri dieliminasi Bayern Muenchen pada semifinal 2005–2006. Lalu, takluk oleh United dalam 16 besar 2009–2010. Ketika Pirlo kembali harus mengakui keunggulan Bayern di perempat final 2012–2013, dia sudah membela Juventus.

Rekam jejak yang tidak bersahabat itulah yang menghantui Pirlo dini hari nanti. Sebab, Juve asuhannya membawa beban kekalahan 1-2 dalam first leg 16 besar oleh FC Porto (18/2) saat kembali berhadapan di Allianz Stadium (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 03.00 WIB).

Kemenangan 1-0 memang bisa mengantarkan Juve melenggang ke perempat final. Tapi, selain tidak mudah mendapatkan skor tersebut, tekanan bisa bertambah seandainya FC Porto bisa mencuri gol lebih dulu.

’’Tanpa bermaksud meremehkan kualitas FC Porto, aku masih yakin bisa lepas dari tekanan ini,’’ ucap Pirlo kepada Tuttomercatoweb.

Andai gagal lolos ke perempat final, misalnya, L’architetto –julukan Pirlo– juga tidak akan takut kehilangan jabatan. ’’Aku tidak berpikir penilaian kinerjaku musim ini dari capaian ajang Eropa,” tutur pelatih yang sudah mempersembahkan gelar Supercoppa Italiana itu.

Pirlo sejatinya bisa berharap dari kontribusi Cristiano Ronaldo untuk menjadi Mr Comeback (begitu yang ditulis media-media Italia terkait situasi Pirlo dini hari nanti). Ronaldo memang berpengalaman dalam membantu Juve untuk membalikkan keadaan.

Dua musim lalu (2018–2019), Ronaldo mencetak tripletta saat Juve membalikkan kekalahan 0-2 oleh Atletico Madrid di 16 besar Liga Champions. CR7 hanya bermain 21 menit saat Juve membungkam SS Lazio 3-1 di Serie A akhir pekan lalu (7/3). Pirlo, sepertinya, ingin membuat Ronaldo lebih bugar saat bertarung lagi melawan sahabatnya, bek sekaligus kapten FC Porto Pepe.

”Juve tidak ingin hanya bertumpu dan memberi beban kepada Cristiano (Ronaldo dalam mencetak gol, Red) karena semua pemain di tim kami musim ini juga bisa menciptakan gol,” beber striker Juve sekaligus tandem Ronaldo, Alvaro Morata, kepada Sky Italia.

Morata sukses menggantikan tugas Ronaldo dengan memborong dua gol Juve saat mengalahkan Lazio. Di Liga Champions musim ini, torehan gol striker yang biasa disapa Alvarito itu juga lebih banyak (6 gol) ketimbang Ronaldo (4 gol).