Regulasi IMEI Ponsel BM Bikin Konsumen Pilih Beli iPhone Resmi

Regulasi IMEI Ponsel BM Bikin Konsumen Pilih Beli iPhone Resmi

Regulasi IMEI Ponsel BM Bikin Konsumen Pilih Beli iPhone Resmi

Regulasi IMEI Ponsel BM Bikin Konsumen Pilih Beli iPhone Resmi

Penjualan trio iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max diklaim sangat positif di Indonesia.

Menurut Erajaya Group yang menaungi sejumlah Apple Premium Reseller (APR), deretan ponsel terbaru besutan Apple ini laku keras lantaran waktu peluncurannya di Tanah Air semakin cepat dan promo yang ditawarkan semakin menarik.Login di sini

Namun selain itu, Direktur Marketing Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk., Djatmiko Wardoyo, juga menyinggung soal adanya regulasi pengendalian ponsel black market lewat IMEI yang turut memberi dampak pada konsumen di Indonesia.

Menurut Djatmiko, regulasi pemblokiran IMEI ponsel ilegal adalah faktor eksternal. Faktor ini tidak dianggap sebagai alasan utama terkait tingginya penjualan trio iPhone 11 di Indonesia.

Bahkan, pihak Apple pun tidak mau jika aturan IMEI ini dikategorikan sebagai alasan yang kuat terkait penjualan positif ponsel terbarunya di Indonesia.

Kendati demikian, secara pribadi, Djatmiko mengaku aturan IMEI ini memang sudah terasa dampaknya pada konsumen.

“Kalau dari Apple sendiri, mereka tidak menganjurkan itu (aturan IMEI) dijadikan satu alasan khusus, itu kan faktor eksternal, makanya kami abaikan,” ujar pria yang akrab disapa Koko ini.

Dia bercerita bahwa ada beberapa kerabatnya yang rela menunggu beberapa bulan karena takut iPhone 11 yang dibeli di luar negeri tidak bisa dipakai ketika aturan IMEI efektif.

“Ada ketakutan atau kekhawatiran kalau mereka investasi belasan juta nanti iPhone-nya mati (tidak bisa dipakai),” jelas Djatmiko.

Pada saat peluncuran trio iPhone 11 di Indonesia 6 Desember lalu, Djatmiko juga sempat menyebut bahwa aturan IMEI menjadi sebuah indikasi mengapa peminat ponsel terbaru Apple itu rela antre.

Tak hanya iPhone, Ia pun sempat menuturkan bahwa regulasi pembatasan ponsel ilegal lewat IMEI juga membuat para dealer atau pedagang ponsel mulai mempertimbangkan untuk mengurangi stok ponsel BM.

“Mereka tidak mau nantinya dikomplain konsumen yang terlanjur membeli (ponsel BM),” ujar Djatmiko kala itu.