Reaksi Nestle Disebut Produsen Limbah Plastik Terbesar Dunia

Reaksi Nestle Disebut Produsen Limbah Plastik Terbesar Dunia

Reaksi Nestle Disebut Produsen Limbah Plastik Terbesar Dunia

 

Reaksi Nestle Disebut Produsen Limbah Plastik Terbesar Dunia

Cerdaspoker Dominobet – Greenpeace menyinggung Nestle sebagai produsen plastik terbesar dunia. Plastik-plastik dari produk mereka telah menciptakan polusi tanah dan lautan. Nestle juga dirasakan kurang memberi perhatian untuk menanggulangi masalah limbah plastik yang mereka buat.

Menanggapi urusan ini, Nestle kemudian bereaksi dengan menciptakan institut riset untuk mengembangkan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Kemasan ini nantinya akan dipakai untuk produk-produk mereka sekaligus meminimalisir limbah plastik. Dengan demikian, Nestle menangani masalah ini dengan tangannya sendiri ketimbang mengandalkan pemasoknya.

Terdapat nama kami dari tiap kemasan (plastik), jadi kami hendak berperan aktif untuk menggali solusinya.

Pembuat cokelat batangan KitKat dan kopi instan Nescafe sudah berjanji untuk menciptakan kemasannya 100 persen bisa didaur ulang atau dipakai kembali pada tahun 2025. Hal berikut yang menjadi di antara area konsentrasi institut baru Nestle di Lausanne, Swiss barat.

Sebanyak 50 karyawan institut ini bekerja erat dengan staf beda dari pusat riset Nestle di sana serta ilmuwan eksternal dan perusahaan startup. Upaya kolaboratif ini bertujuan guna memproduksi bahan pembungkus simpel yang mempunyai lapisan lebih tidak banyak dan lebih gampang untuk didaur ulang. Di samping itu diinginkan marerial baru ini juga dapat dibuat kompos dan gampang terurai mikroorganisme (biodegradable).

Dalam tur institut itu, semua ilmuwan pun menunjukkan botol-botol air yang seluruhnya tercipta dari bahan-bahan daur ulang dan menyatakan upaya perusahaan untuk menciptakan kertas dengan kualitas yang lebih baik untuk mengawal produk Nestle tetap segar.

Nestle menampik untuk mengungkapkan ukuran investasinya dalam inisiatif tersebut. Namun, perusahaan tersebut menyebut teknologi yang dikembangkan oleh institut itu dapat dilisensikan untuk pihak ketiga.

“Kami mengerjakan investasi mula yang penting, jadi pasti saja kami pada akhirnya hendak melihat penjualan atau royalti konsumen yang lebih tinggi,” kata CEO Schneider.

Nestle pun mengatakan hendak mencapai emisi gas lokasi tinggal kaca bersih pada tahun 2050. Hal serupa pun sempat dilontarkan Maersk, raksasa ekspedisi kontainer, tahun lalu.

Selain menggali kemasan alternatif, Nestle juga berjuang membuat jejak lingkungan lebih baik pada produk makanan dan minuman nabati mereka. Mereka pun membuat inisiatif penanaman pohon, perbaikan rantai pasokan susu, dan memakai 100 persen energi terbarukan.