Putri Tanjung Belajar Mandiri Sejak Kecil

Putri Tanjung Belajar Mandiri Sejak Kecil

Putri Tanjung Belajar Mandiri Sejak Kecil

Putri Tanjung Belajar Mandiri Sejak Kecil

 

PESIARQQ – Berawal dari pengalaman kerap diejek di bangku sekolah, Putri Indahsari atau yang lebih dikenal dengan Putri Tanjung (23), kelanjutannya belajar independent sejak kecil. Anak dari Chairul Tanjung ini, berupaya menyatakan bahwa ia bisa berhasil atas usaha sendiri, bukan karena nama besar orang tuanya.

“Aku di-bully karena aku tinggi dan gendut. Itu sempat jadi pemicu, yang menyebabkan aku berpikir dan mencari paham kelebihan dan hasrat diriku, (10/8/2019).

Kemudian sementara SMP, ia bangkit dan ikuti ragam organisasi untuk tabungan ilmu sosialnya. Benar saja, dari organisasi yang ia ikuti, kelanjutannya Putri menemukan passion yang sesuai dengan dirinya.

“Saat umur 15 tahun aku memaksa rekan untuk jadi klien pertama birthday party. Senang sekali dan alhamdulillah, karena itu aku memperoleh Rp 20.000 pertama dari hasil kerjaku sendiri, dan itu rasanya beda banget. Sejak itulah aku idamkan jadi pengusaha,” ujarnya.

Setelah Putri bertekun usahanya tersebut, bermacam cobaan berkunjung satu persatu untuk menggoyahkan semangatnya. Beberapa kali ia menangis bukan hanya karena gagal, tetapi karena tidak bisa mencegah emosi mendengar sindiran orang-orang di luar sana.

“Serba salah. Kalau aku sukses, orang akan menilai latar belakang keluargaku. Sementara terkecuali aku gagal, orang akan menilai aku sebagai anak yang tidak kompeten,” cerita Putri.

Namun, dengan suasana seperti itu, ia justru bersyukur mempunyai orang tua yang terlampau telaten mendidiknya. Meski tak sepeser pun modal diberikan sang ayah, ia merasa hal inilah yang jadi penyemangatnya.

“Aku ingat, papa selamanya bilang aku mesti bangga pada diri sendiri. Dari situlah, aku jadi motivasi dan idamkan membuktikan,” jelasnya.

Putri kemudian coba membangun usahanya kembali, hingga sebuah acara besar bertajuk Creativepreneu Corner untuk generasi muda, berhasil digelar.

“Bukan hal mudah, tanpa modal orang tua, tanpa tersedia perlindungan dari perusahaannya juga. Aku bahkan dulu tidak diterima 30 perusahaan, dibilang gila,” ceritanya.

Berkat kegigihannya, sementara ini Creativepreneur Corner sudah menginspirasi lebih dari 60.000 orang, di sebagian kota di Indonesia. Ia pun menghendaki bisa menyebarkan virus enterpreneur kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan.

“Aku terlampau optimis, anak muda bisa lebih baik dan lebih maju lagi. Aku akan terus sebarkan semangat enterpreneurship. Untuk jadi pengusaha berhasil kuncinya hanya satu, jangan anti hidup susah. Rugi dan gagal itu biasa,” tegasnya.