Pupil Lebih Kecil Hingga Wajah Tak Berkeringat, Gejala Sindrom Horner?

Pupil Lebih Kecil Hingga Wajah Tak Berkeringat, Gejala Sindrom Horner?

Pupil Lebih Kecil Hingga Wajah Tak Berkeringat, Gejala Sindrom Horner?

Pupil Lebih Kecil Hingga Wajah Tak Berkeringat, Gejala Sindrom Horner?

Sindrom Horner ialah kumpulan sejumlah gejala dampak masalah jalur saraf dari benak ke wajah. Gejala sindrom Horner umumnya sangat terlihat di unsur kelopak mata. Sindrom langka ini dapat dialami orang dengan umur berapapun.

Gejala sindrom Horner

Sebagian besar fenomena sindrom Horner hanya dominan pada satu sisi wajah. Beberapa misal gejala sindrom Horner yang barangkali terjadi merupakan:

Anisokoria, dimana pupil di antara mata lebih kecil (miosis) dikomparasikan dengan mata lainnya.
Pupil paling lambat membesar atau tidak sama sekali ketika berada di ruangan gelap.
Kesulitan menyaksikan dalam gelap.
Kelopak mata unsur atas ingin menurun (ptosis).
Kelopak mata unsur bawah tidak banyak naik (reversed ptosis).
Satu sisi wajah ingin tidak berkeringat (anhidrosis).
Mata terlihat cekung.
Pada anak-anak, iris mata yang terpapar sindrom Horner ingin lebih terang.
Salah satu sisi wajah tidak dapat memerah ketika terkena panas atau reaksi emosional.

Jika diklasifikasikan lebih lanjut, sindrom Horner pun memiliki sejumlah gejala serius, seperti:

Sakit kepala parah.
Gangguan penglihatan.
Nyeri leher yang seketika dan parah.
Otot lemah.
Tidak dapat mengendalikan gerakan otot.
Apabila fenomena di atas muncul, segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan diagnosis pasti.

Penyebab terjadinya sindrom Horner

Penyebab umum terjadinya sindrom Horner ialah kerusakan jalur saraf antara benak dan wajah. Padahal, sistem saraf ini mengendalikan tidak sedikit hal mulai dari ukuran pupil, detak jantung, desakan darah, keringat, dan lainnya. Sistem saraf yang terpengaruh ialah yang bertugas guna merespons evolusi di lingkungan sekitar.

Diagnosis dan penanganan sindrom Horner

Proses diagnosis sindrom Horner akan dilaksanakan menurut sejumlah tingkatan. Pertama-tama, dokter akan mengerjakan pemeriksaan jasmani dan melihat fenomena yang muncul. Apabila diperkirakan yang terjadi ialah sindrom Horner, dokter bakal merujuk ke dokter spesialis mata. Kemudian, dokter spesialis mata akan mengerjakan pemeriksaan refleks pupil dan menyerahkan tetes mata eksklusif untuk mencocokkan reaksi kedua pupil mata. Apabila dari hasil pengecekan diketahui ada kehancuran saraf, perlu dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut berupa MRI, CT scan, rontgen, pengecekan darah, dan pun pemeriksaan urin.