PREVIEW Liverpool FC vs RB Leipzig: Tertolong Tak Main di Anfield

PREVIEW Liverpool FC vs RB Leipzig: Tertolong Tak Main di Anfield

PREVIEW Liverpool FC vs RB Leipzig: Tertolong Tak Main di Anfield

PREVIEW Liverpool FC vs RB Leipzig: Tertolong Tak Main di Anfield

Dua musim terakhir berlalu sangat cepat bagi Liverpool FC. Euforia juara Liga Champions 2018–2019 dan berlanjut Premier League 2019–2020 seolah lenyap musim ini. Bahkan, asa juara skuad Juergen Klopp boleh dibilang hanya tinggal di Liga Champions.

Liverpool FC sudah tersisih di Piala FA dan Piala Liga seiring masing-masing terhenti di putaran keempat. The Reds juga mengawali musim dengan kalah adu penalti oleh Arsenal di Community Shield. Daftar di sini

Premier League? Kans Liverpool FC mempertahankan gelar boleh disebut pupus lantaran sudah tertinggal 22 poin (43-65) oleh pemuncak klasemen Manchester City. Dan, kompetisi hanya tersisa sepuluh matchweek.

Bahkan, untuk finis empat besar (zona Liga Champions), Jordan Henderson dkk diprediksi bakal susah payah meraihnya.

Hal itu mengacu enam kekalahan beruntun Liverpool FC di Anfield sepanjang tahun ini. Semua terjadi di Premier League. Bahkan, Liverpool FC belum pernah menang di Anfield selama 2021 karena satu laga kandang lainnya berakhir seri 0-0 (melawan Manchester United).

Beruntung bagi Liverpool FC. Momok psikis bermain di Anfield tidak terjadi di Liga Champions. Kebijakan pembatasan perjalanan di Eropa untuk menekan persebaran virus korona menjadikan The Reds tidak akan melakoni laga di Anfield pada babak 16 besar.

Second leg LFC melawan RB Leipzig yang sedianya dimainkan di Anfield dini hari nanti telah dipindahkan ke Puskas Arena, Budapest (siaran langsung Champions TV 1 pukul 03.00 WIB). Itu memberi kesempatan LFC mengulang kemenangan 2-0 atas RBL dalam first leg yang juga dimainkan di Puskas Arena (17/2).

”Mereka (Liverpool FC) sedang dalam fase sulit, tetapi mereka tetap tim kelas dunia dan memiliki salah seorang pelatih top dunia,” ucap Julian Nagelsmann, der trainer RBL, kepada AFP. ”Status underdog masih menjadi milik kami,” imbuh pelatih yang baru berusia 33 tahun tersebut.

Namun, mantan striker Liverpool FC Peter Crouch menilai, Liverpool FC-lah yang berada dalam tekanan dini hari nanti meski mengantongi surplus dua gol. Sebab, Crouch mencemaskan produktivitas Liverpool FC yang berdasar statistik laman resmi Premier League: gagal mengonversikan satu gol pun dari 115 tembakan terakhir.

”Situasi di lini serang Liverpool FC saat ini sangat mengerikan. Mereka seperti kehilangan kepercayaan diri untuk mencetak gol,” kata Crouch.

Kabar terakhir dari Melwood menyebutkan, lini serang Liverpool FC terancam tidak komplet dini hari nanti lantaran Roberto Firmino masih tidak dalam kondisi fisik terbaik.

Firmino absen dalam laga terakhir melawan Fulham FC (7/3). Sementara koneksi Diogo Jota dengan Mohamed Salah dan Sadio Mane belum membaik setelah Jota absen sepuluh pekan karena cedera lutut.