Positif Covid-19? Jangan Takut Isolasi dan karantina

Positif Covid-19? Jangan Takut Isolasi dan karantina

Positif Covid-19? Jangan Takut Isolasi dan karantina

Positif Covid-19? Jangan Takut Isolasi dan karantina

Isolasi dan karantina seakan jadi perihal yang menakutkan di sedang pandemi Covid-19. Seseorang merasa jadi terpenjara, tidak boleh nampak ruangan, tidak boleh bersua siapapun dan lain sebagainya. Terlebih kecuali mesti dijemput petugas kesehatan untuk dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Padahal prakteknya tidak semenakutkan yang dibayangkan.

Jika hasil tes Anda reaktif pada Covid-19, tidak miliki penyakit bawaan dan masih didalam kondisi stabil, maka laksanakan isolasi dan karantina di RSD Wisma Atlet merupakan tidak benar satu jalan paling baik untuk menjaga keluarga dan orang-orang terdekat Anda.

RSD Wisma Atlet miliki berbagai layanan untuk menopang kesembuhan para pasien Covid-19 dari tingkat ringan hingga sedang. Seiring bersama dengan meningkatnya kuantitas pasien yang dirujuk, pemerintah tetap menambah layanan dan layanan yang tersedia di RSD Wisma Atlet. Terbaru adalah mengakses layanan di flat isolasi independent Tower 4 Wisma Atlet.

Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19, Tugas Ratmono menyatakan flat di Tower 4 sama seperti Tower 5 Wisma Atlet, yang juga sebagai daerah isolasi independent dan setiap harinya menangani para pasien dari sisi kesehatan baik tubuh maupun pikiran. Terdapat tim psikososial dari psikolog. Pasien yang merintis isolasi independent mampu berkonsultasi bersama dengan psikolog maupun dokter.

“Kami di Wisma Atlet tersedia yang namanya weekend psychology consultant. Jadi, semacam layanan daring bersama dengan virtual gitu. Mereka (pasien) langsung diberikan akses kepada host di Tower 2, bagian manajemen,” kata Tugas Ratmono kala dialog di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Tugas menyatakan pasien diberi akses melalui ponsel dan perangkat elektronik agar langsung konsultasi bersama dengan psikolog juga dokter-dokter.

“Dalam perihal ini, dokter penanggungjawab spesialis paru, penyakit dalam, dan lainnya,” tambahnya.

Peran Vitamin C Dalam Terapi Pasien Covid-19
Dikutip dari farmasetika, Vitamin C pada dosis yang lebih tinggi daripada umumnya digunakan untuk pasien rawat jalan, udah terbukti turunkan mortalitas pada sepsis dan miliki hasil klinis positif pada pasien yang menderita infeksi virus. Sifat antioksidan tambahan membuatnya sangat bermanfaat untuk bersihkan spesies oksigen reaktif berbahaya (ROS) yang digunakan oleh sel-sel kekebalan untuk menonaktifkan virus, namun juga menyebabkan peradangan dan membahayakan sel-sel manusia.

Sebagai contoh, penelitian udah menunjukkan bahwa vitamin C menopang menghambat flu biasa, yang disebabkan oleh coronavirus lain, pada pasien yang tubuhnya mengalami stres fisik. Vitamin C juga kurangi durasi dan keparahan tanda-tanda pilek didalam uji suplementasi. Selain itu, vitamin C udah menunjukkan lebih dari satu faedah pada pasien sepsis dan, kendati masih didalam penyelidikan, miliki kemungkinan terbukti bermanfaat pada pasien COVID-19 yang parah  Wukonqq poker republik.

Hal tersebut juga diperkuat bersama dengan pernyataan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) kecuali Vitamin C juga didalam protokol tatalaksana penanganan Covid-19, karena besarnya khasiat yang dimiliki. Pada pasien positif Covid-19 tanpa tanda-tanda dan tanda-tanda ringan, pasien diberi Vitamin C oral bersama dengan dosis 100-200 mg untuk dikonsumsi 3 kali sehari sepanjang 14 hari. Untuk pasien positif Covid-19 bersama dengan tanda-tanda sedang dan berat direkomendasi bantuan vitamin C bersama dengan dosis 200-400 mg/8 jam secara intravena.

Selain itu, para pasien di Wisma Altlet juga diberikan multivitamin, juga vitamin C. Sejak wabah COVID-19 nampak di Indonesia, vitamin C sebenarnya kerap sekali digunakan untuk menambah daya tahan tubuh, dan juga memulihkan sakit.

“Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan menopang faedah berbagai enzim didalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi vitamin C secara rutin terbukti menambah daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan kala sakit,” ujar dr Devia melalui Wawancara kala IG Live di Channel JOSS C1000 22 Juni 2020 lalu.

Adapun dosis konsumsi harian vitamin C berkisar pada 250 mg – 1.000 mg. Oleh karena itu, untuk mempercepat pemulihan, pasien COVID-19 mampu konsumsi vitamin C dosis tinggi 1.000 mg.

Joss C1000 merupakan suplemen minuman bersama dengan takaran Vitamin C 1000 mg yang juga direkomendasi Klikdokter untuk menambah daya tahan tubuh. Dengan konsumsi Joss C1000, tubuh bakal jadi sehat dan kuat didalam merintis kesibukan sehari-hari.