Polri Bentuk Satgas Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor

Polri Bentuk Satgas Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor

Polri Bentuk Satgas Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor

Polri Bentuk Satgas Tambang Ilegal Penyebab Banjir dan Longsor

Polri membentuk Satgas tambang ilegal yang terdiri Mabes Polri, DitkrimsusPolda Jawa Barat dan Polda Banten.

“Ada indikator dari penyebab banjir tidak benar satunya adanya penambangan liar, ada indikator yang lain seperti curah hujan yang tinggi, lantas tanah yang labil lantas penyerapan tanah juga tidak cukup,” papar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Argo menerangkan, Satgas selanjutnya bekerja bersama gunakan metode pendekatan preventif sekaligus represif. Kegiatan preventif dilakukan bersama mengerahkan personel guna kesibukan patroli dalam skala besar  Cerdaspoker DominoQQ.

“Melibatkan dinas-dinas terkait, dari KLHK. Lokasinya tidak gampang ya. Harus terjadi kaki, perlu melalui perbukitan dan sebagainya,” papar dia.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang sebuah wilayah di Lebak, Banten. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, tak sekedar disebabkan karena hujan yang lebat. Banjir juga karena galian tambang.

“Tambang-tambang tersebut menampung air bersama debit yang tinggi,” jelas Doni di Gudang BNPB, Bekasi, Sabtu (4/1/2020).

Doni tidak menyatakan tambang selanjutnya type apa. Namun ia menyatakan letak tambang itu ada di kawasan Taman Nasional Halimun Salak.

Di samping itu, ia melanjutkan barangkali juga penyebabnya adalah terjadi penyumbatan aliran sungai di kira-kira wilayah tersebut.

“Anak-anak sungai yang ada di bagain hulu, barangkali ada penutupan aliran air. Dan tidak kuat lagi kelanjutannya pecah. Dan itulah yang menyapu semua kawasan di Desa Cipanas, Kecamatan Labak Gadung,” ucapnya.

Polres Bogor Tutup Puluhan Tambang Emas Ilegal

Di Bogor, personel gabungan TNI-Polri menutup lubang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung, Bogor, Jawa Barat. Penutupan lubang selanjutnya dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Muhamad Joni.

“Jumlah lubang PETI (Gurandil) di wilayah Bogor Barat sesungguhnya cukup banyak, namun yang paling memprihatinkan ada di Kecamatan Nanggung ini,” kata Joni dalam keterangannya, Rabu (15/1/2020).

Ia mengungkapkan, penutupan lubang penambang emas liar ini hasil kerjasama dan sinergitas bersama pihak Muspida serta bersama pihak perusahaan negara (PT Antam) yang mana mengelola kesibukan usaha pertambangan emas secara legal.

Lalu, perihal dampak atau dampak secara langsung akibat perbuatan illegal ini yang jadi tidak benar satu faktor terjadinya bencana longsor di wilayah Sukajaya dan Jasinga, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan penambangan emas tanpa izin selanjutnya melanggar Pasal 158 Jo. Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU Republik Indonesia No 4 th. 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara.