Politisi Ukraina Ini Ketahuan Hubungi PSK Saat Sidang Parlemen

Politisi Ukraina Ini Ketahuan Hubungi PSK Saat Sidang Parlemen

Politisi Ukraina Ini Ketahuan Hubungi PSK Saat Sidang Parlemen

Politisi Ukraina Ini Ketahuan Hubungi PSK Saat Sidang Parlemen

PesiarQQ – Seorang politisi di Ukraina minta maaf setelah ketahuan menggunakan aplikasi kencan Tinder dan menghubungi PSK saat sidang parlemen.

Bohdan Yaremenko, ketua komite luar negeri, tertangkap kamera ketika hadir di Verkovna Rada tengah membahas harga dan layanan seks.

Baca juga: Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Politisi 48 tahun yang mempunyai dua anak itu bahkan melihat foto PSK yang tersedia di aplikasi Tinder, dilansir Newsweek Jumat (1/11/2019).

Ketika cerita itu tersiar, Yaremenko awalnya membenarkan aksinya di Facebook, dengan menyatakan dia sengaja melakukannya untuk mempermalukan jurnalis yang mengkritiknya.

Namun tak lama kemudian dikutip Radio Free Europe, dia minta maaf, dengan menyatakan bahwa segala aksinya benar-benar memalukan.

“Saya ingin meminta maaf kepada semua pihak. Mulai dari istri saya, sidang parlemen, hingga presiden (Volodymyr Zelensky),” jelasnya.

Banyak kalangan kemudian menyindir si politisi. Seperti penulis Andriy Kokotyukha yang menyebut aksi Yaremenko “jauh lebih aman” dari pada inisiatif terkait Rusia.

Yaremenko adalah salah satu sosok yang mendukung upaya Ukraina untuk berdamai dengan Moskwa, yang kemudian direspons marah oleh publik.

Sementara blogger Serg Marco menulis Facebook menyatakan dia tidak melihat perbuatan Yaremenko salah. Tapi dia ingin mendengar pandangan mereka soal prostitusi.

“Saya pikir ini waktu yang tepat untuk menanyakan kepada Tuan Yaremenko apa dia pikirkan soal legalisasi PSK, pajak, dan jaminan sosial bagi mereka,” kata Marco.

Partai Pelayan Rakyat tempat Yaremenko bernaung, yang terpiih untuk memerangi korupsi dan penyogokan, bakal memutuskan nasibnya.

Menurut pemimpin partai David Arakhamia, Yaremenko bisa keluar dari komite luar negeri, mundur dari faksi, hingga meninggalkan parlemen.

September lalu, politisi lain dari Partai Pelayan Rakyat Olena Krivoruchkina tertangkap mengirim pesan nakal kepada pasangannya.