Polisi Periksa Kadar Racun di Tubuh Lina Sampel Apa yang Diambil

Polisi Periksa Kadar Racun di Tubuh Lina Sampel Apa yang Diambil

Polisi Periksa Kadar Racun di Tubuh Lina Sampel Apa yang Diambil

Polisi Periksa Kadar Racun di Tubuh Lina Sampel Apa yang Diambil

 

pokerace99 – Aparat kepolisian telah menggelar aoutpsi terhadap jenazah almarhumah mantan istri Sule, Lina Jubaedah terhadap Kamis, 9 Januari 2020. Langkah ini sebagai tindak lanjut dari laporan penyanyi Rizky Febian yang berpikiran ada kejanggalan didalam kematian ibunya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Saptono Erlangga, mengatakan tahap sesudah itu yang dapat dilakukan kepolisian adalah uji toksikologi atau racun. Sampel yang digunakan untuk uji kadar racun terhadap tubuh Lina termasuk telah diambil.

” Sampel yang diambil cairan tubuh saja,” ujar Saptono kepada Dream, Jumat 10 Januari 2020.

Menurutnya, polisi tidak menggunakan organ tubuh Lina sebagai sampel. ” Iya (tidak menyita organ tubuh),” ucap dia.

Lebih lanjut, Saptono menerangkan, hasil uji racun kadar baru dapat terlihat 14 hari ke depan. Sehingga, polisi meminta kepada seluruh pihak untuk bersabar.

Kuasa Hukum Rizky Febian, Bahyuni Zaili mengaku memandang warna yang janggal di anggota tubuh jasad mantan istri Sule, almarhum Lina Jubaedah. Salah satu yang dicermati berlainan itu ditemukannya di anggota bibir.

Keterangan itu diperoleh Bahyuni dari Rizky Febian yang ikut berkunjung dan memandang proses autopsi jasad ibunda oleh tim dari Mapolrestabes Kota Bandung, Jawa Barat.

” Kalau memandang bibirnya tuh ada kaya warna ungu ya dari (mulut ke dagu), warna biru gitu,” kata Bahyuni Zaili dikutip Dream dari Merdeka.com, Kamis 9 Januari 2020.

Meski memandang warna janggal di anggota bibir tersebut, Iky dan keluarganya tak inginkan berspekulasi mengenai penyebab bibir mendiang Lina jadi ungu. Pihak Iky masih menunggu hasil autopsi yang dikeluarkan tim penyidik.

Kita itu enggak paham karena apa ya, makanya kami minta pemberian Kepolisian, kami laksanakan autopsi,” ucapnya.

Bahyuni meyakinkan pihaknya tidak menuduh siapapun mengenai dugaan kejanggalan meninggalnya Lina. Iky dan keluarga Sule hanya inginkan meminta kejelasan penyebab kematian Lina dengan laksanakan autopsi terhadap jasadnya.

” Kita belum menuduh siapapun bahwa itu ada siapa, kejadiannya layaknya apa, biar karena kepolisian itu (yang menyelidikinya). Ini karena ada hal yang dianggap janggal kemudian dimintakan autopsi ke Polres,” tuturnya.

Dengan tak adanya terlapor atau pihak tertuduh, Bahyuni meminta proses autopsi dapat mengakibatkan persoalan ini jadi jelas. Di segi lain, kedua keluarga termasuk takkan merasa jadi tertuduh didalam penyelidikan penyebab kematian Lina.

” Biar keluarga enak,” imbuhnya.

Terkait penyelidikan oleh polisi, Bahyuni menyerahkan seutuhnya proses pengungkapkan penyebab meninggalnya Lina kepada Kepolisian.

” Itu kan kewenangan Kepolisian, itu ranahnya mereka,” ucapnya.