Polisi: Buat Taruhan Pilkades Dengan Uang Palsu di Rembang

Polisi: Buat Taruhan Pilkades Dengan Uang Palsu di Rembang

Polisi: Buat Taruhan Pilkades Dengan Uang Palsu di Rembang

Polisi: Buat Taruhan Pilkades Dengan Uang Palsu di Rembang

Kepolisian Resort (Polres) Rembang menangkap pengedar uang palsu berinisial SP (40), warga di antara desa di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dari tangan pelaku, polisi menyita ratusan eksemplar pecahan Rp10 ribu sampai Rp100 ribu.

LudoQQ pokerace99

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan, duit palsu tersebut kemudian dipakai untuk taruhan Pilkades di distrik Kecamatan Sumber, yang dilangsungkan 6 November lalu. Tersangka SP sendiri diciduk setelah menukar uang palsu kepada korbannya senilai Rp5 juta

“Kegiatan pilkades kemarin dia (tersangka) menggali lawan taruhan, mendatangi korban yaitu SR. Ternyata korban telah menggantikan duit asli. Tapi oleh SP ditukar duit pecahan, terdapat 100 ribuan, 50 ribu, 20 ribu sampai total 5 juta rupiah yang belakangan diketahui palsu. SP menghilang dan korban kesudahannya melapor ke Polres,” kata Dolly, Senin (2/12/2019).

Ada juga barang bukti yang diselamatkan dari terduga antara lain, duit palsu pecahan Rp20 ribu 433 lembar, Rp100 ribu 56 lembar, dan pecahan Rp50 ribu edisi 2011 dan 2005 setiap 79 dan 57 lembar. Di sita pun 1 eksemplar pecahan Rp10 ribuan palsu.

“Jadi pelaku menyatakan mendapat dari di antara pemasok, yang kami yakini dari luar Kabupaten Rembang. Belum (ditangkap) masih dalam pengembangan. Nanti kami bakal periksa pun saksi-saksi, termasuk semua korban,” terangnya.

Atas temuan barang bukti dari oknum SP, Dolly menyatakan terkejut. Sebab sekitar ini melulu pecahan Rp100 ribu yang tidak jarang dipalsukan, tetapi yang dibawa terduga pecahannya bervariasi, berpengaruh pecahan mata duit bernilai kecil.

Secara kasat mata, dia menilai duit palsu dari terduga sangat serupa dengan duit asli. Uang pecahan dengan nominal lebih kecil, menurutnya lebih gampang beredar di masyarakat utamanya pedesaan.

“Kami mengimbau untuk masyarakat supaya berhati-hati, lagipula sebentar lagi terdapat Pilkada, pekerjaan lain yang sifatnya transaksional. Kita yang jelas sehat dan teliti kadang terkecoh lagipula yang tidak normal atau saat mengerjakan transaksi suasana terburu-buru,” imbaunya.

“Pecahan kecil sangat gampang digunakan, lagipula masyarakat kita, maaf, di pedesaan barangkali tergiur dengan pecahan ini,” lanjutnya.

Dolly pun menegaskan, masyarakat yang mengejar uang palsu supaya segera melapor dan tidak mengerjakan transaksi dengannya. Sebab sengaja atau tidak sengaja, hukuman bakal sama di mata hukum. Sebagaimana pasal 36 UU RI tahun 2011, untuk warga negara yang melulu menyimpan ditakut-takuti penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp10 miliar.  LudoQQ pokerace99

“Uang yang diedarkan tersangka telah beredar, barangkali ada masyarakat sadar atau terbius menyimpan, tolong diperiksa lagi. Lebih baik melaporkan, kami paling menghargai,” pungkasnya.