Polda Jatim Gagalkan Penyeludupan Benih Lobster Rp 1,5 Miliar

Polda Jatim Gagalkan Penyeludupan Benih Lobster Rp 1,5 Miliar

Polda Jatim Gagalkan Penyeludupan Benih Lobster Rp 1,5 Miliar

Polda Jatim Gagalkan Penyeludupan Benih Lobster Rp 1,5 Miliar

LudoQQ pokerace99
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyatakan, seorang residivis menjadi benak penyelundupan benih lobster atau benur sejumlah 10.278 ekor senilai Rp 1,5 miliar.

Polda Jatim pun sukses mengagalkan penyelundupan yang rencananya ke Vietnam melewati Singapura. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arif Setyawan mengatakan, benak penyelundupan benih lobster ini ialah seorang residivis dalam permasalahan yang sama berinisial DP, penduduk Desa Prigi, Kecamatan Watu Limo, Trenggalek.

“Tersangka atas inisial WW ini residivis dalam permasalahan yang sama. Kasusnya telah inkrah,” tutur dia, laksana dikutip dari Antara, Senin, 2 Desember 2019.

Ia menambahkan, dalam permasalahan ini WW mengutus terduga berinisial AHP dan NW, dua-duanya warga Pacitan, untuk mengantarkan benur itu ke area Jawa Barat melewati jalan tol.

Namun, ketika sampai di jalan tol Ngawi, kedua tersangka sukses dicegat oleh petugas. Keduanya tak berkutik ketika polisi menggeledah mobil yang dibawanya dan mendapati puluhan ribu benur yang diberi wadah eksklusif siap antar.

“Keduanya kami tangkap di jalan tol Ngawi, kemudian dikembangkan ke terduga WW. Dari sanalah didapati penangkaran benih lobster tersebut,” ucapnya.

Hasil Sitaan

Dari penangkapan ini, petugas menyita di antaranya 7.300 ekor benur jenis pasir dan 2.978 ekor benur jenis mutiara.

“Di luar negeri, embrio ini dihargai selama Rp200 ribu per ekornya. Dalam sebulan, terduga sudah mengerjakan pengiriman empat kali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Balai KIPM Surabaya 1, Wiwit Supriyono mengatakan, benur dengan ukuran di bawah 200 gram memang dilarang oleh undang-undang guna diperjualbelikan.

Ia menyatakan, penyelundupan benur ini melibatkan jaringan internasional.

“Benur dengan ukuran di bawah 200 gram dilarang oleh undang-undang. Biasanya, benih-benih ini dibudidayakan di Vietnam dengan jalur penyaluran melalui Singapura terlebih dahulu,” tuturnya. LudoQQ pokerace99

Terkait dengan permasalahan ini, ketiga terduga pun dijerat dengan pasal 86 ayat 1 jo pasal 12 ayat 1 dan/atau pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 UU nomor 45 tahun 2009 tentang evolusi atas UU nomor 31 tahun 2004 mengenai Perikanan jo pasal 55 ayat 1 KUHP.