Pilihan Menu Untuk Cukupi Kebutuhan Serat Anak Anak

Pilihan Menu Untuk Cukupi Kebutuhan Serat Anak Anak

Pilihan Menu Untuk Cukupi Kebutuhan Serat Anak Anak

 

Pilihan Menu Untuk Cukupi Kebutuhan Serat Anak Anak

Tumbuh kembang anak yang optimal didukung oleh kecukupan keperluan nutrisi, salah satunya terpenuhinya keperluan serat anak. Sayangnya, konsultan gastrohepatologi anak Frieda Handayani malah membeberkan fakta bahwa warga Indonesia, khususnya anak-anak, ditemukan kelemahan asupan serat

Kasus gastrohepatologi (berhubungan dengan sistem pencernaan) kebanyakan sebab kekurangan serat

Orang tua, katanya, inginkan tidak mau tidak sedikit berperan dalam asupan serat anak. Sehingga orang tua dianjurkan betul guna mempunyai pengetahuan yang lumayan tentang keperluan serat anak.

Secara garis besar, serat dapat dibagi menjadi dua yaitu serat larut air (soluble fiber) dan serat tidak larut air (insoluble fiber). Seperti orang dewasa, anak-anak pun membutuhkan keduanya.

Serat larut air

Sesuai namanya, serat ini dapat larut bareng air. Frieda menyatakan serat dapat menyerap air sehingga menyusun gel dan memunculkan sensasi kenyang lebih lama. Bentuk gel ini dapat mengikat kolesterol dan glukosa dalam darah sampai-sampai kadar dua-duanya tidak berlebihan.

Serat larut air lantas difermentasi bakteri usus sampai-sampai menjadi short chain fatty acid atau asam lemak rantai pendek. Lemak bermanfaat meningkatkan faedah sel, memperkuat imun, mengayomi usus dari iritasi, menangkal kanker dan memprovokasi suasana hati anak.

Anak dapat mendapat asupan serat larut air dengan mengonsumsi kacang polong, oat, jeruk, apel, aprikot, wortel, bawang dan pisang.

Serat tidak larut

Serat tidak larut air berarti serat tidak dapat dicerna secara utuh. Namun serat bakal dipecah, difermentasi oleh bakteri baik lantas membesar sehingga dapat membuat massa tinja besar dan lembut. Serat tidak larut air menangkal keluhan konstipasi.

Serat difermentasi bakteri usus sampai-sampai menghasilkan bakteri baik lebih banyak.

“Serat tidak larut air dapat didapat dari biji-bijian, kulit buah-buahan, beras merah, gandum, brokoli, sayuran hijau, dan bawang,” imbuh Frieda

Kebutuhan serat cocok usia

Berdasarkan keterangan dari Frieda, kedua jenis serat dibutuhkan anak secara seimbang. Kebutuhan serat pun menyaksikan usia anak.

Untuk anak umur 1-3 tahun usahakan mengonsumsi 16 gram serat supaya kebutuhan serat anak terpenuhi semenjak dini. Sedangkan umur 4-6 tahun anak butuh serat sejumlah 22 gram, umur 7-9 tahun sejumlah 26 gram dan anak umur 10-12 tahun sejumlah 30 gram.

Sejumlah misal bahan pangan beserta kandungan seratnya (dalam 100 gram), yaitu:

– Brokoli mentah: 1,6 gram
– Wortel rebus: 0,8 gram
– Bayam rebus: 1,1 gram
– Kacang hijau: 1,5 gram
– Kacang merah rebus: 3,5 gram
– Kacang mete goreng: 1,1 gram
– Gandum: 13,4 gram
– Pepaya matang: 1,6 gram
– Apel: 2,6 gram
– Jeruk: 1,4 gram
– Pir: 2,8 gram
– Pisang ambon: 1,9 gram

Menu harian kaya serat

Frieda memberikan misal menu harian guna mencukupi keperluan serat anak umur 1-3 tahun yang setara dengan 16 gram serat.

Untuk sarapan, anak dapat menyantap semangkuk oat (4 gram serat) dan sebutir apel dengan kulitnya (2,8-3,6 gram serat).

Bekal sekolah dapat membawa roti gandum (per eksemplar 2 gram serat), sup wortel (1 gram serat), dan satu buah pir dengan kulit (3,5 gram serat).

Kemudian untuk santap malam, Anda dapat menyediakan spageti gandum (125 gram spageti berisi 3 gram serat).

Tak berlebihan

Walau serat baik guna kesehatan, namun perlu dikenang bahwa asupan serat tidak boleh sampai berlebihan. Menu-menu tadi sudah lumayan untuk memenuhi keperluan serat anak.

Serat larut air kan menyerap air, andai terlalu tidak sedikit perut dapat ‘begah’, kembung, pencernaan bukan fasih tapi justeru blocking BAB. Sedangkan serat tidak larut air dibagi di usus, kemudian bakteri jadi banyak. Bakteri ini menghasilkan gas jadi terlalu tidak sedikit serat buat kentut jadi bau banget, diare.  CERDASPOKER