Pertolongan Pertama saat Digigit Ular Berbisa, Jangan Sampai Keliru

Pertolongan Pertama saat Digigit Ular Berbisa, Jangan Sampai Keliru

Pertolongan Pertama saat Digigit Ular Berbisa, Jangan Sampai Keliru

 

Pertolongan Pertama saat Digigit Ular Berbisa, Jangan Sampai Keliru

 

Ular adalah salah satu fauna reptilia yang hidup di negara tropis. Sedangkan Indonesia adalahsalah satu negara tropis yang mempunyai banyaka area persawahan, hutan, dan kebun, sampai-sampai tingkat bisa jadi hidup ular sangatlah tinggi. LUDOQQ

Ular mempunyai 2 jenis yang berbeda, yaitu jenis ular yang tidak berbisa dan jenis ular berbisa. Jenis ular berbisa pastinya dapat riskan dan menakut-nakuti jiwa orang yang bertemu dengan ular tersebut. Beberapa jenis ular berbisa yang bisa ditemukan di sekitar ialah ular sendok, ular kobra, ular tanah, ular hijau, ular laut, ular pohon, dan lain-lain.

Pertolongan kesatu ketika digigir ular berbisa perlu dilaksanakan dengan tenang. Memang, tidak seluruh jenis ular mempunyai bisa/racun yang mematikan. Namun, ketika ular yang mengerjakan gigitan ialah jenis ular yang berbisa, maka urusan itu merupakan suasana gawat terpaksa yang mesti ditangani dengan segera, sebab dapat mengakibatkan kematian.

Pertolongan Pertama ketika Digigit Ular Berbisa

– Pastikan korban gigitan ular guna tetap bersikap tenang. Yakinkan untuk korban bahwa gigitan bakal dapat ditanggulangi dengan baik, sedangkan korban diangkut secepatnya mengarah ke instalasi gawat terpaksa maupun klinik yang mempunyai peralatan menyeluruh terdekat.

– Usahakan supaya korban untuk memberi batas gerakannya guna menangkal aliran racun semakin mengalir di dalam tubuhnya. Bila perlu, bikin pembidaian longgar simpel untuk meyakinkan korban tidak tidak sedikit bergerak

– Pastikan lokasi gigitan terdapat di bawah level jantung. Misalnya, bila gigitan terjadi di tangan, maka pastikan tangan tidak diusung lebih tinggi ataupun berada sejajar dengan jantung.

– Jangan pakai torniket/mengikat lokasi tubuh tertentu pada korban. Pasalnya, pengikatan tidak jarang kali tidak tepat sasaran dan malah malah mematikan semua jaringan di bawah ikatan dampak ikatan yang terlampau kuat (aliran darah berhenti secara total). Kematian jaringan secara total akan berdampak amputasi.

Segera Tangani dengan Tenang

– Jangan tekan lokasi gigitan dengan kompres dingin, ataupun berjuang memotong bekas gigitan dengan pisau. Di samping itu, kamu pun tidak diizinkan untuk menghisap racun di lokasi yang tergigit ular dengan mulut.

– Lepaskan pakaian maupun aksesoris, laksana cincin/gelang di dekat area gigitan (bila ada). Pasalnya, lokasi gigitan sangat barangkali untuk membengkak.

– Sebaiknya korban yang baru tergigit ular tidak diserahkan apapun lewat mulut sebab bisa berdampak tersedak saat pasien kehilangan kesadaran, lagipula untuk menyerahkan korban minumab berupa kopi atau alkohol. Pasalnya, kopi ataupun alkohol malah dapat mempercepat penyerapan racun ular oleh tubuh. Di samping itu, tidak boleh pula menyerahkan sembarangan obat tanpa adanya rekomendasi dari dokter.

– Bila lokasi gigitan mulai membengkak dan berubah warna, maka sangat barangkali ular yang mengigit itu berisi bisa. Jangan buang-buang waktu guna membunuh/menangkap ular tersebut, segera bawa korban ke IGD terdekat, dan ucapkan ciri-ciri ular yang menggigit (bila diketahui) pada petugas medis.

Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa

Dalam memisahkan ular berbisa dan tidak berbisa, kamu dapat melihat ciri-ciri jasmani dan bekas gigitan berikut:

Ular berbisa:

– Bentuk kepala segi empat panjang

– Gigi taring kecil

– Bekas gigitan berupa luka halus berbentuk lengkungan

Ular tidak berbisa:

– Bentuk kepala segi tiga

– Dua gigi taring besar di rahang atas

– Bekas gigitan berupa dua lubang gigitan utama dampak gigi taring