Pertama pada Era Premier League, Liverpool Nol Gol Beruntun di Anfield

Pertama pada Era Premier League, Liverpool Nol Gol Beruntun di Anfield

Pertama pada Era Premier League, Liverpool Nol Gol Beruntun di Anfield

Pertama pada Era Premier League, Liverpool Nol Gol Beruntun di Anfield

Anfield di Premier League musim ini serasa berputar 180 derajat bagi juara bertahan Liverpool FC. Dua musim sebelumnya, kandang Liverpool itu sangat-sangat angker bagi tim tamu. Tidak ada yang bisa mencuri kemenangan di stadion berusia 137 tahun tersebut.

Musim lalu, misalnya. Liverpool bisa memenangi gelar Premier League untuk kali pertama lantaran begitu superior di Anfield. The Reds menyapu bersih 18 kemenangan dan menyisakan sekali seri. Dua musim lalu, skuad Juergen Klopp juga memenangi 17 laga dan dua kali seri saat finis runner-up di belakang Manchester City. Daftar di sini

Hal sebaliknya terjadi musim ini. Anfield tak ubahnya kryptonite bagi Liverpool. Bagaimana tidak, The Reds gagal meraih poin penuh dalam empat laga terakhirnya di Anfield. Dua kali seri, masing-masing 1-1 melawan West Bromwich Albion (27/12/2020) dan 0-0 kontra Manchester United (17/1).

Setelah itu dan yang sulit dipercaya, Jordan Henderson dkk takluk secara beruntun oleh tim-tim papan bawah. Yaitu, Burnley FC (22/1) dan Brighton & Hove Albion kemarin (4/2). Masing-masing dengan skor 0-1.

Itu adalah kali pertama selama era Premier League atau sejak 1984 Liverpool nirgol dalam dua laga beruntun di Anfield. Fase suram tersebut bisa berlanjut karena tim tamu Liverpool berikutnya adalah pemuncak klasemen Manchester City pada Minggu malam nanti (7/2).

Seolah bertolak belakang, City memenangi empat laga tandang terakhirnya di Premier League. Skuad Pep Guardiola mencetak 11 gol dan hanya kebobolan sebiji gol. Itu termasuk saat menang santai dua gol tanpa balas di kandang Burnley FC, Turf Moor, kemarin.

Pep yang belum pernah merasakan kemenangan di Anfield pun seperti mendapatkan angin segar. ”Pep, sepertinya, tahu bagaimana menaklukkan Anfield akhir pekan ini,” tulis Manchester Evening News.

Jika di musim-musim sebelumnya Pep memiliki lini tengah dan lini serang sebagai kekuatan City, musim ini The Citizens adalah tim terbaik Premier League untuk lini pertahanan. Rekrutan baru Ruben Dias mulai dibanding-bandingkan dengan Vincent Kompany, John Stones ”hidup lagi”, lalu Joao Cancelo jadi solusi versatile ketika Kyle Walker maupun Benjamin Mendy sedang off day.

Pertahanan tangguh City itulah yang bisa memperpanjang durasi paceklik gol trisula Liverpool, Mohamed Salah-Roberto Firmino-Sadio Mane.

Tanpa Mane yang cedera kemarin, Salah dan Firmino seperti pincang dan melanjutkan paceklik gol selama 66 hari. Atau sejak Salah dan Firmino mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Liverpool atas Tottenham Hotspur (17/12/2020).

Statistik mencatat, tembakan Liverpool saat menghadapi Brighton tak hanya kalah dalam kuantitas (11 berbanding 13), tetapi juga hanya sekali yang mengarah ke gawang. ”Seperti ada yang hilang dari trisula tersebut dan memengaruhi tim secara keseluruhan,” ucap striker Liverpool medio 2000-an Peter Crouch saat menjadi pandit di BT Sport kemarin.

Tetapi, kepada BBC Sport, bek kiri Liverpool Andrew Robertson menyebut timnya masih tetap tim yang bagus. ”Kami tidak berubah menjadi klub yang buruk hanya karena serangkaian hasil buruk belakangan ini,” kata kapten timnas Skotlandia itu.