Perhatian, 5 Benda Ini Tak Boleh Dibawa Jika Melancong ke Luar Negeri

Perhatian, 5 Benda Ini Tak Boleh Dibawa Jika Melancong ke Luar Negeri

Perhatian, 5 Benda Ini Tak Boleh Dibawa Jika Melancong ke Luar Negeri

 

Perhatian, 5 Benda Ini Tak Boleh Dibawa Jika Melancong ke Luar Negeri

 

Sebelum terbit dari dan masuk ke suatu negara, lazimnya kita akan dicek oleh petugas imigrasi yang terdapat di bandara setempat. Begitu pula benda bawaan kita. LUDOQQ

Apabila terdapat sesuatu yang janggal yang ditemukan oleh otoritas dari dalam tas kita, maka mereka bakal menyitanya –bahkan buruknya, mereka menyangga kita guna dimintai keterangan.

Seperti contoh di Mesir dan Turki. Pihak berwenang lokal tidak memperbolehkan turis membawa kerang dan kerikil dari kedua negara tersebut.

Larangan ini diperlukan supaya wisatawan tidak memungut semua kekayaan alam dari pantai, terumbu karang, dan untuk menangkal pelancong menculik peninggalan bersejarah.

1. Pakaian Bermerek

Sebagian besar orang yang berlibur ke luar negeri, lazimnya tidak melewatkan untuk melakukan pembelian barang buah tangan. Namun, di Italia dan Prancis, Anda mesti berhati-hati dengan pakaian yang berlabel ternama.

Negara-negara pusat mode ini amat menyimak reputasi mereka: mengekspor barang dan pakaian bermerek palsu ialah hal yang amat dilarang dan berlawanan dengan hukum.

Di Italia, seorang pelanggar dapat didenda 7.000 euro atau selama Rp 109 juta. Petugas Bea Cukai bisa menggeledah koper Anda guna meyakinkan urusan tersebut.

Selama melakukan pembelian barang di Milan dan Paris, lebih baik meminta untuk para peritel guna memberi kita dokumen yang dibutuhkan, yang memperlihatkan bahwa belanjaan Anda ialah asli.

2. Benda Berbahan Kulit Asli

Dompet, ikat pinggang, tas, sepatu atau apapun yang tercipta dari kulit buaya dan burung unta, dilarang dibawa kembali dari Brasil atau Vietnam.

Namun melulu ada satu pengecualian: barang-barang tersebut dibeli di toko-toko bersertifikat eksklusif dan Anda mesti menunjukkan untuk petugas Bea Cukai dokumen tersebut.

Di samping itu, aturan-aturan ini pun berlaku untuk seluruh negara yang tergabung dalam CITES — perjanjian untuk mengayomi tanaman dan fauna yang dalam bahaya punah.

Misalnya, andai Anda mengupayakan membungkus isi kantong yang tercipta dari kulit buaya dari Brasil, Anda bakal berisiko dipenjara satu tahun.

3. Buku Perpustakaan

Dilarang mengambil kitab apa juga di Tajikistan tanpa izin. Sementara itu, di Kuba, buku-buku yang kita bawa akan dicek untuk meyakinkan bahwa benda ini tidak mempunyai cap dari perpustakaan nasional atau perpustakaan tertentu.

Selain tersebut di Italia, Bea Cukai setempat bakal meyakinkan kitab Anda tidak berusia lebih dari 50 tahun. Bila mereka mendapati kitab seperti ini, maka mereka bakal menyitanya, sebab buku-buku itu dirasakan bernilai historis.

4. Aksesoris Wanita

Gelang, liontin, dan bros bisa disita di Meksiko dan Brasil. Aturan tersebut tidak berlaku untuk seluruh aksesori. Petugas Bea Cukai melulu akan menyangga Anda bilamana mereka mendapati kita mempunyai barang yang tercipta dari kulit kura-kura, bulu, atau gading.

5. Obat Tadisional

Hampir seluruh negara mempunyai aturan tentang ekspor obat-obatan. Biasanya, kemasan tidak boleh tersingkap dan nama obat mesti terbaca jelas. Semua obat pun harus mempunyai resep dokter.

Di samping itu, tidak boleh pernah mengupayakan mengambil obat-obatan tradisional dari China yang bernilai lebih dari 300 yuan, karena petugas Bea Cukai bakal menandai tersebut sebagai kegiatan ekspor.