Perbedaan DBD dan Corona Tak Kentara, Awas Salah Diagnosa

Perbedaan DBD dan Corona Tak Kentara, Awas Salah Diagnosa

Perbedaan DBD dan Corona Tak Kentara, Awas Salah Diagnosa

Perbedaan DBD dan Corona Tak Kentara, Awas Salah Diagnosa

Sebagai virus yang baru berusia sejumlah bulan, masih tidak sedikit sifat dari SARS-COV-2 (penyebab COVID-19) yang belum diketahui. Hal ini membuat fenomena penyakit ini seringkali dirasakan sebagai fenomena penyakit beda yang lebih familiar, salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Tidak tidak sedikit yang tahu, perbedaan DBD dan corona sebetulnya tipis.

Mengapa DBD dan corona dirasakan serupa?

Infeksi virus DBD dan corona susah untuk dipisahkan karena dua-duanya mempunyai ciri klinis serta laboratoris yang serupa. Sebagai contoh, seorang pasien di Singapura datang dengan mengalami fenomena yang serupa dengan fenomena DBD, seperti:

Demam
Batuk
Nilai trombositnya rendah / Nilai leukositnya rendah

Ia tidak mempunyai riwayat bepergian ke luar negeri serta tidak merasa pernah berkontak dengan orang yang positif COVID-19. Lalu, pengecekan rontgen pun mengindikasikan hasil baik. Setelah itu, dokter memeriksanya dengan mengerjakan rapid test guna DBD dan hasilnya positif. Akhirnya, dokter menyimpulkan untuk mendiagnosis kondisinya sebagai DBD. Namun, setelah sejumlah hari menjalani perawatan, pasien tak kunjung membaik dan justeru mengalami fenomena tambahan, yakni sesak napas.

Lalu, apakah perbedaan infeksi DBD dan virus corona?

Meski serupa, ada sejumlah hal yang dapat dijadikan pembeda antara DBD dan corona, yaitu:

1. Gejala

Secara klinis, gejala DBD dan infeksi COVID-19 memang tidak jauh berbeda. Namun, ada sejumlah hal sebagai karakteristik gejala DBD yang sekitar ini belum ditemukan pada pasien COVID-19, yaitu timbulnya bintik-bintik merah yang seringkali muncul pada hari kedua sampai kelima sesudah tubuh mulai demam.Pada sejumlah orang, DBD juga dapat memicu terjadinya perdarahan enteng seperti mimisan, gusi berdarah, dan gampang memar.

2. Mekanisme penyebaran

Meski sama-sama berasal dari virus, penularan DBD dan virus corona berbeda. Seperti yang anda tahu, DBD ditularkan melewati nyamuk. Sementara itu, virus corona ditularkan melewati droplet atau cipratan air liur penderita.

3. Pemeriksaan

Pemeriksaan DBD yang menyeluruh seringkali disertai dengan pengecekan darah lengkap. Sementara tersebut pada COVID-19, pengecekan spesimen darah seringkali hanya dilaksanakan saat rapid test memakai antibodi.

4. Cara pencegahan

Mempraktikkan physical distancing atau mengawal jarak antarmanusia, sangat urgen untuk menangkal penyebaran COVID-19. Sebab, droplet yang terbit dari tubuh penderita yang positif, masih dapat jatuh ke permukaan di dekatnya. Di samping itu, rajin cuci tangan dan tidak menyentuh wajah pun sangat dapat mengurangi penularan virus corona.