Penyebab Darah Rendah dan Gejalanya, Apa Saja?

Penyebab Darah Rendah dan Gejalanya, Apa Saja?

Penyebab Darah Rendah dan Gejalanya, Apa Saja?

Penyebab Darah Rendah dan Gejalanya, Apa Saja?

Dalam batas tertentu, kian rendah angka desakan darah Anda mungkin kian baik. Pasalnya, tidak terdapat batas tentu dan spesifik tentang tekanan darah yang tergolong rendah.

Penyebab darah rendah atau hipotensi juga dapat bermacam-macam. Bila tidak ada fenomena yang terasa mengganggu, situasi ini seringkali tidak dirasakan bahaya. Namun bila desakan darah rendah dilangsungkan lama atau kronis, penyebabnya butuh diketahui dan ditangani.

Penyebab darah rendah

Darah rendah bertolak belakang dengan tidak cukup darah (anemia). Anemia terjadi saat jumlah sel darah merah yang sehat di dalam tubuh terlampau rendah. Sementara, penyebab darah rendah yang dapat terjadi, yaitu:

1. Penyakit jantung

Gangguan denyut jantung yang terlampau lambat atau bradikardia, kehancuran katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung bisa menjadi penyebab darah rendah. Pasalnya, jantung telah tidak dapat memompa darah sampai mencapai desakan darah normal.

2. Hipotensi postural atau ortostatis

Perubahan posisi seketika juga dapat menyebabkan desakan darah rendah. Misalnya, Anda seketika berdiri dari posisi duduk atau posisi berbaring. Tapi penurunan desakan darah seringkali akan segera pulang ke angka normal.

3. Tekanan darah rendah setelah makan

Kadangkala, desakan darah dapat turun setelah bersantap. Akibatnya, penderita merasa pusing, mata berkunang-kunang, dan bisa pingsan.Kejadian ini lebih tidak sedikit dialami orang lanjut umur yang mengidap penyakit tertentu. Misalnya, desakan darah tinggi, diabetes, atau penyakit Parkinson.

4. Mengejan

Mengejan ketika buang air besar, buang air kecil, atau batuk-batuk parah dapat merangsang saraf vagus untuk menambah kadar asetilkolin dalam tubuh. Peningkatan asetilkolin dapat mengakibatkan melebarnya pembuluh darah, sehingga dominan pada desakan darah rendah, pusing, dan kepala terasa ringan. Kondisi ini bakal mereda dengan sendirinya dalam masa-masa singkat.

5. Penggunaan obat-obatan

Jenis obat-obatan yang punya efek samping sebagai penyebab darah rendah meliputi alpha blocker, beta blocker, diuretik, antidepresan, sildenafil, dan obat-obatan guna penyakit Parkinson.

6. Masalah hormonal

Kelenjar tiroid memproduksi dan menyimpan hormon-hormon yang mengontrol detak jantung dan desakan darah. Sementara kelenjar adrenal mengendalikan respons tubuh terhadap desakan atau stres.Jika terdapat gangguan pada kelenjar-kelenjar tesebut, dapat terjadi ketidakseimbangan hormonal yang menjadi penyebab darah rendah.

7. Hipotensi dampak gangguan saraf

Adanya gangguan saraf menyebabkan kekeliruan pengiriman sinyal antara jantung dan otak. Kondisi ini lebih tidak sedikit terjadi pada umur muda.Saat anda berdiri, darah bakal mengumpul di kaki dan jantung perlu mengerjakan penyesuaian untuk menjaga tekanan darah normal.

8. Kehamilan

Tekanan darah rendah yang terjadi pada masa kehamilan diakibatkan oleh melebarnya sistem sirkulasi darah. Tekanan sistolik dapat turun sampai 5-10 poin dan desakan diastolik dapat turun hingga 10-15 poin. Meski begitu, angka ini masih termasuk normal dan jarang memunculkan masalah.

9. Kekurangan gizi

Melakukan diet paling ketat atau menderita anoreksia nervosa bisa jadi penyebab darah rendah. Kondisi ini dapat memunculkan gangguan kesehatan berupa irama detak jantung yang abnormal.

10. Syok anafilaktik

Syok anafilaktik ialah reaksi alergi yang paling serius. Kondisi ini mengakibatkan penurunan desakan darah secara drastis, sesak napas, sampai tak sadarkan diri. Ini adalahkondisi terpaksa medis yang mesti segera ditangani.