Penjelajah China Mulai Mendaki Gunung Everest di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Penjelajah China Mulai Mendaki Gunung Everest di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Penjelajah China Mulai Mendaki Gunung Everest di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Penjelajah China Mulai Mendaki Gunung Everest di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Agodapoker poker republik – Sekelompok pendaki gunung China udah memulai ekspedisi di Gunung Everest disaat situs pendakian ditutup untuk pendaki asing gara-gara pandemi Virus Corona.

Puncak tertinggi dunia berdiri di perbatasan China dan Nepal dan sanggup didaki dari kedua sisi.

China udah menutup pihaknya untuk pendaki asing, kala Nepal udah membatalkan seluruh ekspedisi sebagai respon pada pandemi Virus Corona.

Penyakit ini pertama kali muncul di Wuhan, China tiga bulan lalu. Sekitar 3.300 orang sejauh ini meninggal di negara itu setelah terinfeksi.

China menjelaskan saat ini menghentikan penyebaran penyakit itu dan pihak berwenang mulai mengizinkan akses ke Wuhan, kota di provinsi Hubei tempat pandemi virus corona dimulai.

Lebih dari dua lusin pendaki China yang menanggulangi Gunung Everest diperkirakan dapat menggapai base camp terjauh di ketinggian 6.450 meter (empat mil) pada Jumat mendatang, kata operator ekspedisi yang berhubungan bersama China Tibet Mountaineering Association (CTMA).

Pejabat CTMA tidak sanggup dihubungi untuk dimintai komentar.

Pencatat gunung menjelaskan bahwa jika pendaki sukses menggapai puncak, itu dapat jadi persoalan yang terlampau langka di mana cuma pendaki China yang berada di puncak.

“Pada musim semi 1960, cuma orang China yang menggapai puncak. Orang-orang India mencoba, namun gagal,” kata Richard Salisbury dari the Himalayan Database, sebuah organisasi yang menyimpan catatan seluruh ekspedisi di Himalaya.

“Ada bermacam pendakian, penelitian, dan pelatihan Tiongkok dari tahun 1958 sampai 1967 disaat tidak tersedia orang lain di gunung itu, namun tidak tersedia pendakian ke puncak oleh mereka.”

Orang Asing Belum Diizinkan Mendaki


Operator ekspedisi Barat menjelaskan China belum mengizinkan mereka untuk mendaki musim semi ini gara-gara keresahan dapat wabah virus baru.

“Adalah masuk akal bahwa mereka tidak menghendaki menyita risiko untuk melepas orang-orang dari seluruh dunia, di mana krisis coronavirus berlangsung lancar, ke Tibet untuk berkumpul di base camp,” kata Lukas Furtenbach, seorang pendaki dan pemandu Austria yang timnya mulanya selayaknya memanjat dari sisi Tiongkok.

“Selama tidak tersedia tes antibodi yang cepat dan andal, itu adalah ketentuan yang bijaksana untuk meminimalkan risiko dan cuma punya orang-orang mereka sendiri yang sanggup mereka karantina sebelum akan mendaki.”

Beberapa tim ekspedisi, termasuk Furtenbach, sedang bersiap untuk naik lewat sisi Nepal, namun Nepal termasuk membatalkan seluruh izin ekspedisi.

Pendaki gunung China saat ini dapat mendaki dan turun gunung di antara kamp-kamp untuk sesuaikan diri bersama ketinggian sebelum akan sebabkan impuls terakhir untuk puncak. Itu dapat memakan kala setidaknya satu bulan.

Pendaki menanti jendela cuaca yang pas untuk pendakian puncak. Pendakian puncak biasanya berlangsung sebelum akan akhir Mei, disaat Muson India barat daya tiba di lokasi tersebut.

Sisi Everest China memandang lebih sedikit pendaki dibandingkan sisi selatan di Nepal. Pendaki sanggup berkendara sampai ke base camp di sisi China, tetapi di Nepal wajib ditempuh bersama trekking 10 hari lewat lembah Khumbu.

“Bahkan dari base camp, mereka mengendarai yak untuk menggapai base camp terlebih dahulu,” kata Ang Thsering Sherpa, seorang veteran pendaki gunung di Nepal.

“Ini pengalaman yang terlampau tidak sama dari pendakian di sisi utara, dibandingkan bersama sisi Nepal.”

Dalam lebih dari satu tahun terakhir, longsoran salju, gletser yang mencair cepat, dan pergantian berkaitan pemanasan international lainnya dikatakan udah sebabkan pendakian lebih menantang.