Pengusaha Situs Porno yang Jadi Master Startup Ini kisahnya

Pengusaha Situs Porno yang Jadi Master Startup Ini kisahnya

Pengusaha Situs Porno yang Jadi Master Startup Ini kisahnya

Pengusaha Situs Porno yang Jadi Master Startup Ini kisahnya

 

Keishi Kameyama merupakan entrepreneur yang termasuk salah satu orang terkaya di Jepang. Cara dia mencari duwit dan menghabiskannya amat berbanding terbalik. Cerdaspoker Dominobet

Kameyama adalah pemilik perusahaan kerajaan fasilitas dan teknologi DDM.com. Kerajaan usaha itu dia bangun bermula dari website porno yang bernama Pornhub.

Kameyama yang sudah berkecimpung di dunia pornografi selama 3 dekade mengatakan, dia memasarkan film dewasa bukan untuk dinikmatinya sendiri. Baginya pornografi adalah sesuatu yang bisa dijual dan mengambil alih keuntungan, tidak berlainan bersama dengan produk lain.

“Saya tidak masuk ke usaha film dewasa ini dikarenakan saya penggemar (film porno). Tapi itu adalah eksperimen yang berhasil, dan begitu saya miliki uang, saya menginginkan coba hal-hal lain juga,” ujarnya dilansir dari Independent, Senin (13/1/2020).

Kameyama mulai mengolah film porno pada akhir 1980-an setelah mendapati dirinya tidak miliki duwit untuk membiayai film non-dewasa. Pada tahun 1998, dikala ia meluncurkan sarana streaming website pertama di Jepang, DMM sudah jadi produsen film porno terbesar di Jepang.

Dalam satu dekade, lebih dari satu juta pengguna internet membayar untuk streaming film porno punya Kameyama. Dengan seluruh bola mata yang terpaku pada situsnya, ia mulai mencari hal-hal lain yang barangkali menginginkan dibeli oleh para pemirsa pria.

Lalu pada 2009, Kameyama belanja perusahaan pialang saham online yang tengah kesulitan. Perusahaan itu dia benahi yang menelan cost nyaris US$ 100 juta. Kemudian perusahaan itu diubah jadi platform perdagangan mata duwit asing paling terkenal di Jepang.

Perusahaan itu sebabkan DMM jadi semacam Las Vegas virtual. DDM melayani hasrat sebagian orang yaitu seks dan uang.

Dari situ usaha Kameyama bercabang jadi usaha yang lebih ramah keluarga. Misalnya dia mulai mengembangkan video game hit ‘Fleet Collection’.

Kameyama termasuk belanja perusahaan pengembang perangkat lunak Rwanda, bersama dengan bersama dengan saham di perusahaan pembayaran elektronik terbesar Rwanda. Keputusan itu terinspirasi dikala dia tengah liburan ke Afrika.

Kameyama tidak akan mengungkapkan keuntungannya, namun dia menyatakan tersedia dana yang memadai untuk mendanai seluruh usaha baru tanpa harus mempunyai DMM masuk pasar modal. Kecuali dia coba sesuatu yang besar seperti membangun taman hiburan berdasarkan sifat anime Jepang.

“Bayangkan apa yang akan dikatakan orang kalau Mr Porn membangun Disneyland?” candanya.

Bagaimana jaman kecil Kameyama?

Kameyama tumbuh di kota kecil di pinggir laut yang bernama Kaga, Jepang. Orang tua Kameyama mengelola kabaret. Sebuah klub di mana para pria membayar untuk nikmati pertunjukan dan ditemani wanita.

Usaha orang tuanya itu bukan rumah bordil, namun termasuk tidak terpisah bersama dengan dunia itu. Dia jadi biasa tumbuh bersama dengan keadaan itu.

Setelah lulus dari sekolah akuntansi sekitar tahun 1980, Kameyama menyatakan dia berpikiran nyaris seluruh pekerjaan menjanjikan pembayaran bersama dengan bagus. Dia pernah jadi penari setengah telanjang di klub gay Chippendale meski cuma singkat. Suatu kali, ia coba pekerjaan di rumah sakit sebagai pencuci mayat.

Saat dia berusia 20-an, Kameyama miliki sebagian toko film sewaan. Tapi dia mengerti itu tidak akan bertahan lama.

Untuk bertahan, Kameyama memutuskan untuk coba sebabkan film alih-alih menyewanya. Dia mendirikan pabrik film pornonya di sebuah supermarket kosong, di mana dia memanfaatkan ribuan perekam video rumah tangga untuk menyalin dari kaset master, berlangsung siang dan malam.

Dia bisa memastikan sebagian besar toko video untuk menjajakan produknya bersama dengan tawaran yang amat baik. Mereka cuma memadai membayar dikala sudah terjual.

Lalu dia termasuk mengimbuhkan mesin kasir yang dikembangkan Kameyama yang terliha