Pengalaman Horor Pegawai Hotel Antar Pesanan ke Kamar Kosong

Pengalaman Horor Pegawai Hotel Antar Pesanan ke Kamar Kosong

Pengalaman Horor Pegawai Hotel Antar Pesanan ke Kamar Kosong

Pengalaman Horor Pegawai Hotel Antar Pesanan ke Kamar Kosong

Senjaqq Domino99 -mistis pernah dialami oleh seorang mantan karyawan hotel bernama Imron. Ia bekerja sebagai waiters di sebuah hotel bintang tiga di Jakarta Pusat tahun 2009.

Seminggu pertama bekerja di hotel tersebut, Imron masih merasa biasa saja karena ia ditempatkan di shift pagi. Namun semua berubah ketika minggu depannya, Imron mendapat jatah shift sore.

Saat bekerja, teman-teman Imron sering berpesan kepadanya agar jangan kaget jika dapat shift sore atau malam. Imron tak memikirkan hal tersebut dan mengerjakan tugasnya sebagai waiters seperti biasa. Namun saat istirahat, Imron merasakan hal aneh.

“Ketika gue lagi nungguin telepon, di bar itu kan ada gelas yang digantung, itu gelasnya saling tabrakan padahal waktu itu enggak ada angin. Waktu itu gue masih positif, gue mikirnya itu mungkin AC yang terlalu besar karena waktu itu dingin” ungkap Imron yang dilansir Okezone dari channel Youtube Lentera Malam.

Teman Imron yang juga mendengar hal tersebut justru kabur dan meninggalkan Imron sendirian di bar itu. Imron masih berusaha santai dan tenang, hingga akhirnya shiftnya selesai jam 23.00 dan ia pun pulang.

Setelah ia pulang, Imron yang harusnya dapat shift sore pada esok harinya, mendapat kabar bahwa temannya yang shift malam sakit sehingga harus digantikan. Mau tidak mau, Imron pun mendapat 2 shift sekaligus dari sore hingga shift malam.

Imron pun datang pada sore hari dan bekerja seperti biasa. Ketika pukul 23.00, Imron meminta izin rekannya untuk istirahat dan merokok di tempat parkir di basement hotel.
“Ketika gue lagi ngerokok, ada yang manggil gue, dia bisik ‘Imron’. Gue nengok ke kiri doang, enggak ada orang. Di parkiran itu adanya cuma mobil-mobil tamu,” kata Imron.

Panggilan misterius itu datang tak hanya sekali, tapi dua kali. Merasa tak tenang, Imron pun akhirnya naik ke atas.

Karena belum ada orderan dari tamu, Imron kemudian nongkrong dengan teman-temannya bagian Front Office di depan panggung live music. Tak lama kemudian, telepon berdering di bagian restoran dan Imron pun mengangkatnya.

“Gue angkat, waktu itu gua lihat nomor kamarnya itu 705. Suaranya perempuan, dia pesen nasi goreng, sama telur, sama sate,” katanya.

Imron pun mencatat pesanan tamu tersebut dan membawanya ke dapur untuk diberikan ke chef. Setelah makanan jadi, Imron mengantarkan pesanan tersebut ke lantai 7 yaitu ke kamar 705 yang posisinya berada tepat di belakang lift.

“Gua ketok-ketok, enggak ada yang nyautin sampai 3 kali ngetok enggak ada jawaban. Gue pun bilang lewat HT ke bagian front office kalau kamar 705 order tapi enggak dibukain pintunya,” kata Imron.

Front Office pun menjawab jika kamar 705 tersebut kosong dan tak ada sama sekali tamu yang check in. Imron pun menyangkal bahwa yang menelponnya adalah perempuan dari kamar 705.

Terjadilah perdebatan antara Imron dan petugas Front office. Karena tak percaya, Imron pun turun dan mengecek sendiri ternyata memang benar apa yang dikatakan petugas Front Office tersebut bahwa kamar 705 itu kosong.

Imron kemudian membawa makanan itu ke chef dan menceritakan semua kejadiannya. Chef yang mendengarnya pun marah dan mengomeli Imron.

Imron masih bersikukuh bahwa kamar 705 lah yang memesan makanan itu. Akhirnya chef pun mengalah dan menyimpan makanan tersebut barangkali apa yang dikatakan Imron memang benar.

Pukul 02.30, telepon pun berdering lagi. Ketika Imron mengangkatnya, ternyata itu adalah suara perempuan dari kamar 705 yang menanyakan pesanannya.

Ketika Imron menjelaskan bahwa kamar 705 tak ada yang check-in, perempuan itu dengan nada datar menjawab bahwa ia menelpon dari 705.

“Akhirnya gua ke atas buat mastiin. Pas itu gue minta ditemani ke lantai 7, tapi temen gue enggak ada yang mau akhirnya gue ke atas sendiri. Sampai di sana sama gue ketok enggak ada yang jawab,” tuturnya.

Imron pun turun dan chef pun mengomelinya lagi. Imron pun hanya bisa pasrah dan ikhlas jika gajinya harus dipotong karena hal tersebut.

“Yaudah kalau emang gua harus bayar dipotong gaji gue, yaudah gapapa” pungkasnya