Pengakuan 4 Pelajar yang Jadi PSK di Jakarta Utara

Pengakuan 4 Pelajar yang Jadi PSK di Jakarta Utara

Pengakuan 4 Pelajar yang Jadi PSK di Jakarta Utara

Pengakuan 4 Pelajar yang Jadi PSK di Jakarta Utara

 

Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara memeriksa 4 pelajar yang terlibat persoalan prostitusi disebuah hotel di Kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kepada penyidik, keempatnya mengaku mempunyai alasan tiap-tiap hingga menentukan terlibat prostitusi.pesiarqq pokercc

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Paksi Eka Saputra mengatakan, keempat pelajar ini mengaku mengenal muncikari berinisial R, 20, di Facebook. Masing-masing pelajar mengaku telah menjalani profesi sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) didalam kurun waktu yang berbeda-beda.

“Pengakuannya berbeda-beda. Ketika kami introgasi tersedia yang terasa dari awal th. 2020 sesudah itu stop dan lakukan perihal yang sama lagi di awal Januari 2021. Sementara yang ketiga pelajar baru dua kali lakukan perihal itu,” kata Paksi waktu dihubungi, Kamis (28/1).

Motif keempatnya menjadi PSK pun beragam ragam. Mulai dari keterbatasan ekonomi, hingga terjerumus pergaulan orang-orang terdekatnya. “Secara komperhensif yang aku pelajari, faktornya tersedia tiga yakni ekonomi, kurangnya pengawasan, dan utamanya adalah pergaulan,” tahu Paksi.

Sebelumnya, Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara membongkar praktik prostitusi yang melibatkan pelajar. Bisnis esek-esek ini dikendalikan oleh R, 20. Dia ditangkap oleh aparat di parkiran sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra mengatakan, persoalan terungkap berdasarkan informasi penduduk yang mencuriga ada aktivitas anak-anak di didalam hotel tersebut. Setelah diintai, polisi selanjutnya menangkap R terhadap Senin (25/1) sore.

“Kami teruskan dengan lakukan penangkapan. Itu terhadap waktu penangkapan awal pertama itu parkiran depan hotel kami menangkap muncikari terhadap pukul 17.30 WIB kemarin,” ujar Paksi kepada wartawan, Rabu (27/1).

Berdasarkan pernyataan R, dia menjajakan jasa 4 anak-anak. Mereka yakni F, 15; D,17; AM, 15; dan AR, 15. “Setelah kami menangkap muncikarinya kami perjelas lagi posisi anak-anak yang dikira menjadi korban eksploitasi, kami tahu no kamarnya kami lakukan dobrak ternyata tersedia empat anak perempuan di bawah umur,” jelasnya.

Paksi mengatakan, para anak-anak ini mengenal muncikari R dari tempat sosial. Kemudian diajak untuk lakukan prostitusi. Anak-anak ini jasanya dipatok dengan tarif Rp 5-10 juta.