Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD

Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD

Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD

 

Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD

Cerdaspoker Domino99 – Pergantian musim dirasakan sebagai masa yang sangat rawan timbulnya sejumlah penyakit, salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang sering masuk sebagai kejadian spektakuler (KLB) di sebanyak wilayah di Indonesia. Bila penanganan demam berdarah tak dilaksanakan dengan tepat, demam berdarah dapat berujung bahaya.

Demam berdarah adalah infeksi yang diakibatkan oleh virus dengue yang ditularkan melewati gigitan nyamuk aedes aegypti. Gejala khas dari demam berdarah merupakan demam
tinggi sampai 40 derajat celcius yang muncul seketika dan dilangsungkan selama 2-7 hari.

Gejala itu umumnya dalam tiga fase, yakni fase demam tinggi, kemudian fase demam turun yang menandai masa kritis, serta fase demam enteng sebagai fase penyembuhan.
Setiap fase mempunyai penanganan demam berdarah yang berbeda.

Fase demam tinggi

Demam menjangkau 40 derajat yang tak kunjung turun lebih dari 4 hari dengan obat penurun panas bisa menjadi indikasi mula demam berdarah. Demam seringkali muncul tiba-tiba ketika Anda sedang dalam situasi yang bugar.

Setelah demam dilangsungkan lebih dari 2 hari, lazimnya kepala bakal terasa sakit khususnya di lokasi belakang bola mata, dibuntuti rasa nyeri pada sendi dan otot, sejumlah juga merasakan ruam merah pada kulit. Bila demam dilangsungkan hingga 4 hari, lazimnya jumlah trombosit mulai menurun dan stamina tubuh juga hilang.

Selama fase demam tinggi, penanganan demam berdarah yang perlu dilaksanakan ialah minum tidak sedikit air putih. Pasalnya, demam tinggi rentan menciptakan tubuh dehidrasi dan
menjadi semakin lemah. Konsumsi air sejumlah 2,5 liter sangat disarankan sebagai upaya menurunkan demam.

Sedangkan untuk menolong menurunkan demam dengan cepat dan menghindari kejang pada anak, serta meminimalisir rasa nyeri, konsumsi obat penurun panas cocok dengan ajakan dokter dapat dilakukan.

Fase kritis

Bila situasi demam tak membaik sekitar 4 hari dan tubuh semakin lemah, fenomena unik dari demam berdarah selanjutnya merupakan fase kritis. Fase ini ditandai dengan suhu tubuh yang turun, kerap dirasakan fase sehat. Padahal, andai demam turun tetapi tubuh malah semakin lemah, maka sebetulnya tubuh sedang menginjak fase kritis demam berdarah.

Selama fase kritis, penderita demam berdarah paling berisiko alami kebocoran pembuluh darah yang ditandai dengan keluarnya bintik merah yang tak hilang ketika disentuh, mimisan, sakit perut yang patah, sampai muntah-muntah.

Untuk mendirikan diagnosa demam berdarah, pengecekan darah di laboratorium mesti dilakukan. Bila fase ini dibiarkan, maka penderita dapat mengalami komplikasi demam berdarah yang berbahaya untuk kesehatan, laksana kebocoran pembuluh darah yang berujung pada pendarahan hebat, kehancuran organ, sampai kematian.

Penanganan demam berdarah guna fase ini mestilah intensif, laksana perawatan di lokasi tinggal sakit, supaya komplikasi dampak demam berdarah tak terjadi, sampai-sampai penderita dapat kembali pulih dengan lebih cepat.

Fase penyembuhan

Fase kritis biasanya dilangsungkan tak lebih dari 38 jam. Bila penderita sukses melaluinya dengan baik, maka perjalanan infeksi demam berdarah masuk dalam fase penyembuhan. Fase pengobatan ditandai dengan demam ringan, stamina tubuh membaik, perbaikan nafsu makan, serta sakit perut yang berangsur hilang.

Walau begitu, penanganan demam berdarah pada fase pengobatan tetap mesti dilakukan, yakni dengan lumayan minum, konsumsi makanan yang tinggi protein, konsumsi tidak sedikit buah dan sayur, serta beristirahat cukup.

Bila dilaksanakan dengan tepat, penanganan demam berdarah bisa menghindari pasien dari bahaya komplikasi dampak demam berdarah.