Pemerintah Bakal Produksi Minyak dengan Teknologi EOR 1,6 Miliar Barel

Pemerintah Bakal Produksi Minyak dengan Teknologi EOR 1,6 Miliar Barel

Pemerintah Bakal Produksi Minyak dengan Teknologi EOR 1,6 Miliar Barel

Pemerintah Bakal Produksi Minyak dengan Teknologi EOR 1,6 Miliar Barel

Ludoqq Domino99
Pemerintah merumuskan upaya untuk menambah produksi minyak. Salah satunya memakai teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Cara ini dipercayai dapat menghabiskan cadangan minyak sejumlah 1,6 miliar barel.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta, ‎Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan produsen migas menciptakan rencana pemakaian teknologi EOR guna menaikan buatan minyak sampai 1 juta bare per hari.

Hal ini dilatarbelakangi dengan potensi cadangan minyak yang dapat dikuras dengan EOR sebesar 1,6 miliar barel.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan, sumur minyak yang akan dinaikkan produksinya ialah yang produksinya telah menurun sebab sudah tua, masing-masing sumur berpotensi bakal menghasilkan minyak sampai 200 barel.

“EOR bila dari cadangannya masih dapat diangkut 1,5 sapai 1,7 miliar barel minyak dari EOR. Secara bertahap inginkan dari 100 barel 200 barel tersebut dari sumuran,” tuturnya.

Dia juga menuliskan, sejumlah blok migas yang sumur minyaknya berpo‎tensi diterapkan teknologi EOR, di antaranya Blok Rokan, Lapangan Zulu Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan sumur Blok Rimau.

“Yang gede kan terdapat di Rokan sama Pertamina EP sama di Zulu PHE sama di Medco ya Rimau,” tandasnya

Ahok Diminta Percepat Pembangunan Kilang Minyak

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erik Thohir menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Apa kendala yang bakal dihadapi Ahok ketika menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama?

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, ‎tantangan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina ke depan akan paling berat.

Sebagai pengawas Direksi yang menjalankan tugas sebagai agen pembangunan dengan penyalurkan BBM dan elpiji subsidi. Di sisi beda Pertamina pun dituntut untuk menggali mencari keuntungan.

Mengingat jabatan itu sebagai perpanjangan tangan pemerintah serta sebagai pengawas Direksi Pertamina, jadi Ahok mesti dapat mengimplementasikan kedua urusan ini,” kata Mamit

Dia melanjutkan,‎ Ahok harus meyakinkan bahwa pengembangan kilang yang telah beroperasi dan kilang baru dapat berjalan secara maksimal sehingga dapat meningkatkan buatan minyak dan gas bumi Pertamina. Hal ini untuk meminimalisir impor migas dan bisa meredam defisit neraca berlangsung dan perdagangan.

‎”Sesuai arahan presiden bagaimana supaya defisit neraca perdagangan dapat berkurang sebab sektor migas khususnya Pertamina donatur terbesar CAD kita,” tuturnya. Ludoqq Domino99

Berdasarkan keterangan dari Mamit, Ahok pun dihadapi kendala mendorong pekerjaan pencarian migas untuk menaikkan produksi migas. Selain tersebut juga memasitikan program BBM satu harga tetap berlangsung untuk menyerahkan rasa keadilan untuk masyarakat di distrik terluar, terdepan dan terasing (3T).

“Pengawasan terhadap kinerja Direksi ialah mutlak. Transparansi, efisiensi, pemotongan birokrasi dan motivasi GCG mesti diberlakukan. Mekanisme reward and punishment dapat dilakukan tanpa terdapat like and dislike terhadap karyawan Pertamina,” tandasnya.