Pembalasan Setimpal atas Ejekan yang Melecehkan dan Merendahkan

Pembalasan Setimpal atas Ejekan yang Melecehkan dan Merendahkan

Pembalasan Setimpal atas Ejekan yang Melecehkan dan Merendahkan

Pembalasan Setimpal atas Ejekan yang Melecehkan dan Merendahkan

Aksi bek FC Barcelona Gerard Pique menarik jersey striker Paris Saint-Germain Kylian Mbappe di Camp Nou (17/2) memang viral.

Pique yang tampil kali pertama setelah empat bulan dibekap cedera lutut benar-benar dijadikan bulan-bulanan di media sosial. Apalagi, Barca takluk dengan skor telak 1-4 dalam first leg 16 besar Liga Champions tersebut. Daftar di sini

Akun Twitter resmi Sevilla pun turut meledek Pique dengan menjadikan bek 34 tahun itu sebagai meme sebelum second leg semifinal Copa del Rey di Camp Nou kemarin (4/3).

Pique digambarkan sebagai Europa League (Liga Europa), sedangkan Mbappe yang berlari kencang disebut sebagai Sevilla di penampilan terakhir 16 besar Liga Champions. Yaitu, pada edisi 2017–2018 ketika Los Nervionenses menyingkirkan jagoan Premier League Manchester United.

Tetapi, Sevilla seperti mendapat balasan setimpal gara-gara menyindir Pique. Bek berjuluk Piquenbauer (karena disamakan dengan legenda Jerman Franz Beckenbauer) itu membuyarkan asa Sevilla lolos ke partai puncak Copa del Rey.

Gol di pengujung waktu normal tersebut membuat agregat menjadi 2-2 sehingga laga berlanjut ke babak waktu tambahan. Barca akhirnya tertawa di akhir laga setelah striker pengganti Martin Braithwaite menciptakan gol penentu kemenangan 3-2.

”Sejak saya di sini (menangani Barca sejak awal musim, Red), inilah malam (setelah) pertandingan yang paling membahagiakan,” ungkap entrenador Barca Ronald Koeman kepada Diario AS.

Koeman memang memperlihatkan kegembiraan yang bertolak belakang dengan citranya selama ini sebagai pelatih berkarakter dingin. Bukan hanya Koeman, kapten Barca Lionel Messi yang biasanya kalem turut berjingkrak merayakan gol Pique.

”Semua pemain berjuang dan memberikan segalanya sampai detik terakhir untuk bisa lolos ke final. Sebagai pelatih, saya tidak bisa mengharapkan lebih dari itu,” imbuh pelatih berjuluk Tintin tersebut.

Sebelum laga kemarin, Pique juga mengklaim musim sesungguhnya Barca musim ini baru dimulai seandainya klub asal Catalan itu sukses melangkah ke final Copa del Rey.

Apalagi, final seperti tidak bersahabat bagi Barca karena selalu jadi ”pesakitan” dalam dua ajang terakhir. Masing-masing kalah oleh Athletic Bilbao dalam final Supercopa de Espana (18/1) dan dikalahkan Valencia di partai puncak Copa del Rey dua musim lalu (26/5/2019).

”Barca adalah tim tersukses di Copa del Rey (30 gelar) dan kami ingin memulihkan itu kembali,” ucap Pique kepada RAC1. Barca pernah empat musim beruntun (2014–2015 sampai 2017– 2018) berjaya di Copa del Rey sebelum terputus dalam dua musim terakhir.

Di sisi lain, Pique yang mengalami ketegangan pada internal lateral ligament di lutut kanan seusai laga bisa bernapas lega setelah dinyatakan tim medis Barca bukan cedera serius.

”Pique kemungkinan hanya absen saat Barca menghadapi Osasuna (jornada ke-26 La Liga di El Sadar pada Minggu, 7/3, Red),” tulis El Mundo Deportivo mengutip sumber di tim medis Barca.

Artinya, Pique masih bisa diharapkan tampil dalam second leg 16 besar Liga Champions di kandang PSG, Parc des Princes, pertengahan pekan depan (11/3). Jadi, apakah Barca bisa melakukan remontada lagi dan Pique kembali membuktikan diri? Mmm…