Pelatih Prancis Tentang Gicquel/Delrue: Isi Otak Mereka Cuma Badminton

Pelatih Prancis Tentang Gicquel/Delrue: Isi Otak Mereka Cuma Badminton

Pelatih Prancis Tentang Gicquel/Delrue: Isi Otak Mereka Cuma Badminton

Pelatih Prancis Tentang Gicquel/Delrue: Isi Otak Mereka Cuma Badminton

Meski belum populer di kalangan para pecinta bulu tangkis, ganda campuran Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue menjadi pasangan yang disegani dalam satu tahun terakhir. Keduanya memang belum pernah memenangi gelar pertandingan bergengsi, namun performa mereka sudah terbukti beberapa kali menyulitkan para pemain top dunia.

Saat ini, mereka adalah satu-satunya ganda campuran asal Eropa yang bertengger di 10 besar ranking dunia. Pelatih sektor ganda Prancis, Baptiste Careme menuturkan bahwa meroketnya performa Gicquel/Delrue tidak lepas dari dedikasi dan totalitas mereka terhadap bulu tangkis. Daftar di sini

“Baik Thom maupun Delphine ingin menjadi yang nomor 1. Mereka betul-betul menjalani hari-hari mereka dengan bulu tangkis. Isi otak mereka cuma bulu tangkis,” ujar Careme dilansir dari laman resmi BWF.

Careme melanjutkan, dari kacamatanya, Gicquel/Delrue sudah memiliki semua persyaratan untuk menjadi pemain top dunia. Ia pun mengaku tidak kaget melihat dua anak asuhnya tersebut bisa menjadi penantang yang cukup berbahaya untuk para pasangan kelas kakap.

“Mereka punya kemampuan adaptasi yang sangat bagus. Visi mereka terhadap permainan juga amat baik, dan mereka punya reaksi (terhadap permainan lawan) yang sangat mengagetkan. Melihat semuanya itu, sebetulnya bukanlah hal yang mengejutkan kalau mereka bisa sampai di titik saat ini,” ujar Careme.

Careme juga menceritakan bahwa pada 2020 saat seluruh turnamen dihentikan akibat pandemi Covid-19, Gicquel/Delrue betul-betul bisa memanfaatkan waktu untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.

“Thom sudah semakin kuat dan cepat, sementara Delphine bisa melakukan cover lapangan dengan amat baik. Mereka sudah tahu bahwa mereka sekarang berada di top level, dan inilah kepercayaan diri yang mereka butuhkan untuk memenangkan medali,” ujarnya.

Berangkat dari hal tersebut, Careme memasang target keduanya harus bisa menembus jajaran 5 besar dunia.

“Adalah hal yang sangat logis jika mereka bisa menembus ranking 5 dunia. Jika tidak, artinya saya lah yang gagal sebagai pelatih,” ujar Careme lagi.