Pelaku Pencabulan Terhadap 6 Anak Tulungagung Akhirnya Terungkap

Pelaku Pencabulan Terhadap 6 Anak Tulungagung Akhirnya Terungkap

Pelaku Pencabulan Terhadap 6 Anak Tulungagung Akhirnya Terungkap

Pelaku Pencabulan Terhadap 6 Anak Tulungagung Akhirnya Terungkap

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Polda Jatim) menciduk pelaku pencabulan enam anak di bawah usia di Tulungagung. Pelaku mempunyai nama Muanam (50) penduduk Tulungagung.

“Pelaku dijerat tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 Jo UU RI No 23 tahun 2003,” tutur Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (29/11/2019)  Ludoqq Domino99.

Barung menuturkan, modus yang dilaksanakan pelaku ialah meminta nomor telepon korban dan menyuruh para korban itu ngopi gratis. “Di dalam kamar warung tersebut, terduga melancarkan aksinya dan sesudahnya korban di kasih uang,” kata Barung.

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi menambahkan, peristiwa tersebut tadinya terjadi selama 2008. Tersangka telah memiliki kelaziman mempunyai hasrat untuk anak anak di bawah umur, dan tersangka membujuk korban dengan diserahkan iming-iming imbalan sebanyak uang.

Atas kejadian tersebut, korban pada 10 November 2019 melaporkan untuk Polda Jatim. Dan pada 21 November 2019 kemarin, selama pukul 13.00 WIB, terduga ditangkap.

Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan terhadap 6 Anak

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menangkap seorang pelaku yang diperkirakan mencabuli enam anak laki-laki asal Boyolangu, Tulungagung. “Pelaku mempunyai nama Muanam (50) dan sudah mengerjakan aksi semenjak 11 tahun lalu.

Saat itu, korbannya berusia empat sampai lima tahun,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera ketika merilis kasus tersebut di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat, 29 November 2019, laksana dikutip dari Antara.

Di lokasi sama, Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol, Pitra Ratulangi mengatakan, aksi yang dilaksanakan tersangka dilangsungkan dari 2008-2018. “Korbannya enam anak,” ucap perwira berpangkat tiga melati di pundak tersebut.

Dia menuturkan, pelaku memberi iming-iming duit mulai puluhan sampai ratusan ribu rupiah supaya korbannya inginkan dan tidak melapor. Kemudian, kata dia, akhir bulan ini, Subdit Asusila mengerjakan penyidikan dan menciduk tersangka dari Tulungagung yang kini sedang menjalani proses hukum. Pitra menyinggung tersangka mengerjakan aksinya dengan mengerjakan tindakan seksual untuk korban, bahkan ada sejumlah korban yang disodomi oleh Muanam.

“Kejadiannya di belakang warung kopi kepunyaan tersangka. Awalnya, Muanam meminta nomor whatsapp para korban. Lalu disuruh ngopi di warungnya. Dari anjuran tersebut, terduga meminta korban memuaskan nafsunya dengan memberi iming-iming uang,” kata dia.

Pihaknya menyatakan masih mengerjakan pendalaman ada bisa jadi korban lain sebab dalam permasalahan penyimpangan seksual pada anak-anak, banyak sekali korban masih malu sampai susah guna mengaku.

Nanti siapa-siapa saja korbannya kami bakal menyelidikinya. Polda Jatim concern dengan durjana anak-anak di bawah usia dan bakal menindaknya. Bagaimana metodenya kejahatan ini ditekan dan penegakan hukum terus berjalan

Dari permasalahan ini polisi menyita sejumlah barang bukti laksana celana dalam kepunyaan korban dan tersangka, karpet merah yang dipakai untuk alas saat mengerjakan aksinya, dan ponsel kepunyaan tersangka. Tersangka pun terancam hukuman paling tidak 15 tahun penjara sebab melanggar Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 junto UU RI Nomor 23 Tahun 2003  Ludoqq Domino99