Pedagang Kelontong Pemilik 20 KG Sabu Bernilai Rp 30M

Pedagang Kelontong Pemilik 20 KG Sabu Bernilai Rp 30M

Pedagang Kelontong Pemilik 20 KG Sabu Bernilai Rp 30M

Pedagang Kelontong Pemilik 20 KG Sabu Bernilai Rp 30M

AGEN BANDARQ – Dua orang anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia-Aceh-Medan-Jakarta yakni Yusuf dan Zacky dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dari dua tempat terpisah di Kota Depok, Sabtu (23/3/2019) sore.

Dari tangan keduanya berhasil disita narkoba jenis sabu kualitas baik, sebanyak 20 Kg bernilai sekitar Rp 30 miliar.
Yang mengejutkan, Yusuf sehari-seharinya berjualan barang kelontong di tokonya, di Jalan Baru Plenongan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Bahkan sudah lima tahun Yusuf berjualan kelontong.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan dari hasil interogasi kepada kedua tersangka diketahui bahwa sabu berasal dari Malaysia yang diselundupkan ke Aceh melalui jalur laut.

“Lalu dari Aceh dibawa ke Medan dengan jalur darat, dan dari Medan dibawa ke Jakarta juga dengan jalur darat lewat bus umum.
Sabu rencananya disimpan di Depok untuk diedarkan sesuai pesanan,” kata Arman, kepada wartawan termasuk Warta Kota, Minggu (24/3/2019).

Barang Bukti Sabu-Sabu 20kg.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang didapat petugas.

Informasi menyebutkan mengenai adanya peredaran dan transaksi sabu di Depok.
“Dari informasi itu kami menangkap Zacky di Jalan Baru Plenongan, RT 1/19, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu 23 Maret sekira pukul 15.30,” kata Arman.

Saat dibekuk kata dia Zacky sedang mengendarai sepeda motor, dan membawa satu tas hitam besar.
“Setelah digeledah petugas, diketahui di dalam tas itu berisi 10 bungkus plastik berisi sabu. Di mana setiap bungkusnya, beratnya masing-masing 1 kg,” kata Arman.

Dengan begitu kata Arman, barang bukti sabu yang dimankan dari tangan Zacky adalah sabu sebanyak sekitar 10 Kg.
“Dari hasil penangkapan ini petugas melakukan pengembangan hingga membekuk Yusuf di warung kelontongnya di Jalan Serua Raya, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu sekira pukul 16.00,” kata Arman.

Menurutnya Yusuf lah yang mengendalikan Zacky untuk membawa sabu. Dari Yusuf pula Zacky mendapat sabu.
“Kami lalu menggeledah warung Yusuf di Bojongsari dan kami dapati kembali 10 bungkus plastik berisi sabu. Setiap bungkus berisi sabu seberat sekitar 1 Kg,” kata Arman.

Sehingga total sabu dari tangan Zacky dan Yusuf yang berhasil disita petugas kata Arman sebanyak 20 Kg senilai sekitar Rp 30 Miliar.

Dari hasil interogasi kata dia Yusuf menyuruh Zacky membawa sebagian sabu di tangan mereka untuk disimpan di warung kelontong lain milik Yusuf di Jalan Plenongan Baru, Pancoran Mas, Depok.

“Dari keterangan mereka pula diketahui bahwa sabu berasal dari Malaysia yang diselundupkan ke Aceh, lalu Medan dan akhirnya ke Jakarta dan sampai di Depok,” kata Arman.

Saat ini kata Arman kedua tersangka dan barang bukti sabu sudah dibawa ke Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

“Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini untuk menangkap kaki tangan atau jaringan mereka lainnya yang ada diatas keduanya. Termasuk penyuplai sabu ke mereka, masih kami dalami,” kata Arman

Saat disambangi Warta Kota, Minggu (24/3/2019), toko kelontong Yusuf di Jalan Baru Plenongan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, telah tertutup terpal dan tak berpenghuni.

Di depan warung dipasang garis polisi setelah polisi menggerebek tempat itu.

Warung Kelontong Yusuf Di Beri Garis Polisi.

Ismail, Ketua RT setempat sekaligus saksi mata penangkapan, menceritakan, peristiwa penangkapan Yusuf berlangsung kira-kira pukul 15.30 WIB.

Ada belasan petugas berpakaian preman yang menciduk Yusuf saat itu.
Dari dalam warung kelontong miliknya, petugas menyita 10 kilogram narkotika jenis sabu.

“Saya dipanggil jadi saksi untuk melakukan penggeledahan di warung milik Pak Yusuf. Setelah digeledah, saya kaget ternyata di dalam ditemukan 10 kilogram sabu,” kata Ismail di lokasi penangkapan, Minggu (24/3/2019).

Sabu seberat 10 kilogram itu ditemukan terbungkus kemasan makanan dan disembunyikan di dalam karung beras.
Adanya penemuan itu, Yusuf pun digelandang petugas.

Ismail menduga penangkapan Yusuf merupakan hasil pengembangan dari penangkapan pelaku lain sebelumnya.

Karena saat diseret ke dalam mobil, dia melihat satu tersangka lain, seorang pria berkaos merah dan bertubuh kurus, sudah di dalam mobil dengan kondisi terborgol.

Menurut informasi yang dia terima, total barang bukti narkotika jenis sabu yang disita petugas hari itu berjumlah kira-kira 20 kilogram.

Ismail mengatakan, Yusuf sudah membuka toko kelontong tersebut sekitar lima tahun.
Sehari-hari, kata dia, tidak ada aktivitas yang mencurigakan.
“Sudah lama dia dagang di sini, tapi kalau tinggalnya di Beji,” katanya.

Kapolsek Pancoran Mas Komisaris Roni Agus Wowor membenarkan peristiwa penangkapan tersebut.

Dia menjelaskan, penangkapan pria yang sehari-hari diketahui berdagang itu berdasarkan pengembangan dari penangkapan pelaku lain sebelumnya.

Roni mengatakan, Yusuf memang sudah lama menjadi target operasi petugas BNN.
Yusuf disebutnya merupakan pendatang dari luar wilayah Kota Depok.
“Pelaku yang diamankan inisial Ysf, pedagang kelontong, sudah menjadi target operasi,” kata Roni.

Roni mengatakan, saat penangkapan, petugas dibantu anggota Binmas setempat melakukan pengamanan di lokasi warung kelontong pelaku untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Roni mengatakan, setelah dibekuk, petugas kemudian menggiring kedua pria yang ditangkap itu ke kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur