Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

 

Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

Saat menjabat sebagai Presiden RI periode 2014-2019, Joko Widodo memberitahukan proyek 10 tujuan pariwisata prioritas atau yang kerap dinamakan sebagai 10 Bali Baru.

Kini, menjelang masa jabatan di periode selanjutnya 2019-2024, Presiden Jokowi kembali memberitahukan lima tujuan pariwisata super prioritas yang mencakup Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Hal ini pasti membuat tidak sedikit pihak bertanya mengenai konsep terbaru itu.

Terlebih Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari, yang menuliskan sektor pariwisata Indonesia mempunyai daya saing yang lemah sebab terdapat sejumlah hal yang belum dirapikan secara maksimal.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Kementerian Pariwisata, di Jakarta pada Selasa (10/9), pun mengakui bila kelemahan dalam pariwisata Indonesia mencakup tiga hal yakni kelestarian lingkungan, infrastruktur, dan kebersihan.

“Berdasarkan penelitian World Economic Forum, Indonesia memang masih sedang di bawah Malaysia, Thailand, lagipula Singapura. Namun peringkat Indonesia terus naik, sementara ketiga negara tersebut turun,” ujar Arief.

“Saya yakin 2021, Indonesia dapat menyaingi Malaysia atau Thailand.”

Untuk itu, Arief melanjutkan, lima tujuan pariwisata super prioritas memang konsentrasi menyelesaikan permasalahan infrastruktur dan utilitas dasar di tahun 2020.

Menurutnya hingga dengan ketika ini pertumbuhan yang sudah didapat oleh kelima tujuan pariwisata super prioritas tersebut berbeda-beda.

Danau Toba contohnya, Arief menambahkan, di sana sudah berdiri The Kaldera Toba Nomadic Tourism.

Sedangkan guna Mandalika, proses pengukuran topografi dan konstruksi guna pembangunan sirkuit Moto GP akan dibuka pada Oktober 2019 dan ditargetkan berlalu pada 2020.

“Saya sempat bingung saat ditanya pak Presiden tentang keanehan Mandalika, tetapi saya jawab andai Mandalika bakal menjadi tujuan untuk sport tourism (wisata olahraga),” ujarnya.

Sementara itu, Head Project PT Minahasa Permai Resort Development Paquita Widjaja Rustandi selaku pengelola KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang melafalkan akan membina resor dan taman bahari Wallace International Conservation Resort and Marine Park.

“Ini ialah salah satu atraksi utama di area tersebut. Selain tersebut lokasi KEK Tanjung Pulisan juga berdampingan dengan hutan lindung, sampai-sampai ini mesti dilaksanakan untuk membalikkan keanekaragaman tumbuhan dan hewan endemik daerah,” ujar Paquita.

“Bukan tidak barangkali KEK Tanjung Pulisan-Likupang berkontribusi untuk menyokong target trafik wisatawan.” CERDASPOKER