Pandemi dan Manfaat Coregasm Orgasme yang Dipicu Olahraga

Pandemi dan Manfaat Coregasm Orgasme yang Dipicu Olahraga

Pandemi dan Manfaat Coregasm Orgasme yang Dipicu Olahraga

Pandemi dan Manfaat Coregasm Orgasme yang Dipicu Olahraga

Olahraga kerap identik dengan manfaat kesehatan dan kebugaran jasmani, terutama di tengah pandemi virus corona (SARS-CoV-2). Tapi ada manfaat lain olahraga, yakni mendorong terciptanya coregasm.
Coregasm yang juga dikenal sebagai exercise-induced orgasm (EIO) merupakan orgasme karena olahraga

Melansir dari LudoQQ pokerace99, orgasme yang dipicu oleh olahraga adalah hal yang penting bagi sebagian kecil orang. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hormon perasaan senang yang dilepaskan kemudian dikombinasikan dengan manfaat berolahraga akan jadi cara yang bagus untuk mendongkrak semangat

Hal tersebut akan berkhasiat terutama di tengah kebosanan pandemi–yang membatasi aktivitas di luar rumah.

“Coregasm dapat disengaja dan spontan, tetapi lebih mungkin muncul setelah berhasil melemaskan otot tertentu. Dan seperti halnya seks, intensitas orgasme akibat olahraga dapat bervariasi antara kuat dan ringan,” tutur penulis The Coregasm Workout: The Revolutionary Method for Better Sex Through Exercise, Debby Herbenick dikutip dari South China Morning Post.

Sebuah survei yang baru-baru ini dilakukan situs peralatan olahraga Sportarly dengan koresponden hampir 4.200 laki-laki dan perempuan, menghasilkan gambaran 97 persen perempuan tidak mengetahui coregasm. Sementara pada laki-laki, 91 persen yang tidak tahu soal ini.

Artinya, hanya segelintir orang yang mengetahui dan menyadari perasaan tersebut.

Padahal, orgasme yang disebabkan olahraga telah dipelajari selama beberapa dekade. Majalah Men’s Health menciptakan istilah ‘coregasm’ itu pada tahun 2007 silam.

Namun, survei itu juga mencatat setidaknya 99 persen koresponden perempuan mengatakan bahwa mereka akan mencoba mencapai coregasm. Sedangkan 69 persen pria mengatakan mereka sengaja mencoba mencapai klimaks selama olahraga.

“Laki-laki dan prempuan cenderung mengalami coregasm dalam proporsi yang sama, meskipun studi awal berfokus pada wanita, tetapi sensasi pengalaman bervariasi untuk setiap jenis kelamin,” terang Herbenick.

“Perempuan lebih bingung, apakah mereka merasa nyaman melakukan ini di depan umum,” imbuh dia lagi.

Kendati begitu beberapa penelitian juga menyebutkan pria merasa coregasm tidak menarik sebab mereka khawatir mengartikan hal itu sebagai ejakulasi dini. Sehingga pria kebanyakan malah sering mempertanyakan bagaimana orgasme saat olahraga ini dapat dihentikan.

Menelusuri Penyebab Coregasm
Herbenick pun mengaku telah berkoordinasi dengan para ilmuwan olahraga untuk menentukan apa yang menyebabkan coregasm, akan tetapi hingga saat ini mereka belum menemukan penyebab secara ilmiah–meskipun terlintas beberapa ide.

Sementara itu, pelatih seks dan hubungan yang memiliki 200 ribu pengikut di YouTube, Cailin Neal menyebut coregasm memberikan definisi yang baru dan lebih luas tentang orgasme–yang diyakini membawa hormon kesenangan seperti dopamin dan serotonin.

Neal mengatakan, ketika tubuh lelah karena rampung melakukan olahraga yang sesuai, maka tubuh berpotensi merespons dengan keinginan seksualitas yang menggebu.

Apalagi kekhawatiran hingga ketakutan yang tercipta secara spontan di tengah pandemi bukan tak mungkin bakal memicu kebutuhan dan hasrat biologis tubuh.

“Ini adalah tumpang tindih yang menarik, dimana olahraga berpasangan dengan insentif untuk mengalami kesenangan, dan saya pikir itulah yang membuat gagasan tentang coregasm sangat kuat dan menarik,” ujar Neal.

Menurut Neal, coregasm ini bisa menjadi terobosan baru agar tidak bosan dalam memberikan ‘bentuk kesenangan’ terhadap tubuh sendiri.

Memenuhi hasrat dan kebutuhan akan sentuhan selama isolasi berkepanjangan pandemi ini penting diakomodir, tapi pada dasarnya tak melulu harus melalui aktivitas seksual.

“Kemudian, jika coregasm terjadi, ini mengagumkan. Tetapi tidak memberikan beban baru pada diri Anda untuk mengalaminya. Lihat ini sebagai opsi menyenangkan yang mungkin saja terjadi,” pungkas dia.