Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Pandemi Covid-19 Jadi Bukti Bahwa Dana Darurat Itu Penting

Situasi wabah penyakit berkepanjangaan layaknya selagi ini kerap termasuk disebut sebagai masa-masa krisis. Bukan cuma menganggu kesegaran fisik, pandemi termasuk mengganggu kebolehan finansial. link alternatif poker galaxy

Menurut knowledge Kementerian Tenaga Kerja per 1 Mei 2020, pegawai yang mengalami pemutusan jalinan kerja (PHK) capai 3 juta orang. Jika pemasukan duwit tak menentu dalam suasana krisis selagi ini, dana darurat lah yang bisa menyelamatkan.

Dana darurat bisa disimpan dalam tabungan atau disimpan dalam wujud tunai. Namun, Konsultan finansial Prita Ghozie menyebutkan bahwa tidak seluruh duwit tunai bisa dikatakan sebagai dana darurat.

“Karena tabungan kita pun yang sesungguhnya kita mau manfaatkan membuat beberapa bulan termasuk bisa dalam wujud cash,” katanya dalam acara Women Fest yang disiarkan

Menurut Prita, antara dana darurat dan duwit untuk kebutuhan bulanan wajib dipisah. Dana darurat wajib disimpan tersendiri dan cuma digunakan dikala suasana tak terduga. Seperti, suasana krisis akibat wabah selagi ini, tertimpa musibah, sakit atau termasuk kecelakaan.

“Jadi bukan cash yang akan kita manfaatkan jika dalam dua bulan ulang wajib bayar STNK atau cost sekolah. Ini terlampau cash yang tersimpan terpisah, diam dan gak dipegang. Benar-benar cuma dipakai cuma selagi darurat,” tuturnya.

Prita mengakui bahwa pandemi Covid-19 sesungguhnya membawa dampak banyak orang jadi jelas akan pengaturan finansial. Namun menurutnya, perihal itu wajib selamanya dipertahankan meski pandemi udah berakhir.

Cara yang bisa dilakukan pertama adalah dengan mengubah style hidup jadi lebih sederhana.

“Sekarang jadi banyak banget orang percaya dengan quote yang selamanya aku gaungkan yaitu cost hidup murah, cost pamer itu mahal,” katanya.

Cara kedua, kuantitas dana darurat yang paling safe menurut Prita, wajib sebanyak 12 kali lebih besar berasal dari kebutuhan hidup per bulan. Hal itu wajib udah jadi dipersiapkan.

Kemudian terakhir, yaitu mengubah persepsi dalam membeli barang.

“Jadi kurang-kurangin deh. Kalau sesungguhnya uangnya belum memadai tetap nambah-nambah cicilan nantinya jadi banyak, pendapatan makin berkurang. Lebih baik kita tunda dulu jika belum bisa belinya,” ucap Prita.