Pahami Indeks Glikemik untuk Ukur Karbohidrat yang Dikonsumsi

Pahami Indeks Glikemik untuk Ukur Karbohidrat yang Dikonsumsi

Pahami Indeks Glikemik untuk Ukur Karbohidrat yang Dikonsumsi

Pahami Indeks Glikemik untuk Ukur Karbohidrat yang Dikonsumsi

Saat ini aneka tren diet sedang populer. Sebetulnya, kuncinya adalah gizi seimbang dalam semua komposisinya. Salah satunya karbohidrat. Ahli Gizi Rimbawan yang kini diangkat sebagai anggota Nutrition Advisory Board (NAB) atau Dewan Penasihat Nutrisi yang pertama di Indonesia oleh Herbalife Nutrition, memberikan penjelasan soal diet. Rimbawan merupakan seorang pakar dalam biokimia dan nutrisi, yang juga seorang pengajar di Departemen Gizi Masyarakat dari Institut Pertanian Bogor.

Sumber karbohidrat yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi dan vitamin B. Konsumsi karbohidrat yang sangat rendah, sedang dalam asupan protein dan tinggi lemak mendorong tubuh mengunakan lemak sebagai bahan bakar akan mengakibatkan penurunan berat badan. Daftar di sini

“Bagaimanapun, karbohidrat sehat baik untuk tubuh, karena akan menyuplai energi, vitamin dan mineral,” katanya baru-baru ini.

Untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan, menurutnya masyarakat bisa mengadopsi diet seimbang yang dipadu dengan olahraga teratur adalah cara yang paling baik. Menurutnya berbagai studi menunjukkan pola makan atau diet dengan rendah lemak akan menurunkan berat badan dalam jumlah yang sangat kecil pada tahun pertama. Hal tersebut menjadikan pola ini tidak efektif. Tubuh kita membutuhkan lemak karena dapat membantu membangun membran sel dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.

“Sementara Indeks Glikemik adalah pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat karbohidrat dalam makanan yang dapat berdampak pada tingkat gula darah dalam tubuh, tetapi tidak untuk memilih pola makan yang sehat dan tepat. Pemilihan karbohidrat dalam makanan dilakukan dengan berbagai pertimbangan lain,” katanya.

Rimbawan juga mengedukasi hal itu dalam buku ‘Indeks Glikemik Pangan – Cara Mudah Memilih Pangan yang
Menyehatkan’. Selain itu juga menulis jurnal dalam ‘pengaruh menu berbasis indeks glikemik terhadap ketahanan performa atlet’ (Asian Social Science, 2014) dan ‘Dampak pemberian makanan dengan indeks glikemik yang berbeda terhadap ketahanan performa atlet pelajar dalam lari 5 km’ (Journal of Nutrition and Food, 2013).