Otopsi Bisa Jadi Cara Pelajari Virus Corona, Ini Penjelasannya

Otopsi Bisa Jadi Cara Pelajari Virus Corona, Ini Penjelasannya

Otopsi Bisa Jadi Cara Pelajari Virus Corona, Ini Penjelasannya

Otopsi Bisa Jadi Cara Pelajari Virus Corona, Ini Penjelasannya

Ilmuwan terus mencari bermacam cara untuk mempelajari virus corona baru, keliru satu yang sanggup ditunaikan adalah bersama melakukan otopsi terhadap jenazah pasien Covid-19.

Berdasarkan Alex Williamson, kepala patologi otopsi di Northwell Health sekaligus bagian komite otopsi College of American Pathologist, otopsi merupakan bagian perlu untuk mempelajari apa yang sebetulnya berjalan di didalam tubuh orang yang terinfeksi. Daftar di sini

“Otopsi adalah cara perlu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana suatu penyakit memengaruhi tubuh kita,” kata Williamson seperti dikutip berasal dari Popular Science, akhir April lalu.

Pasien yang hidup bersama Covid-19 sanggup memberi tambahan deskripsi kepada dokter mengenai gejala dan gejala ekternal yang timbul berasal dari penyakit. Termasuk terhitung perawatan apa yang cenderung sukses dan siapa saja yang nampak sakit.

Tetapi otopsi memungkinkan para profesional medis untuk menyaksikan lebih rinci secara fisiologis saat virus menginfeksi tubuh.

Seperti bila lesi apa yang berjalan di paru-paru dan organ mana yang perlihatkan kerusakan. Otopsi sanggup mendukung mengatakan apa yang keliru bersama sel-sel kekebalan terhadap tubuh.

Namun pasti saja prosedur otopsi lebih sukar ditunaikan selama pandemi karena tidak setiap pusat medis miliki peralatan yang tepat untuk melakukan otopsi terhadap tubuh yang tetap berpotensi menularkan virus.

Prosedur otopsi ini menurut Williamson memerlukan ruang tekanan negatif untuk meyakinkan hawa yang berpotensi terkontaminasi tetap berada di ruangan apalagi saat pintu terbuka.

Selain itu juga, keterbatasan akan alat pelindung diri tetap jadi penghambat kalau prosedur otopsi ini dilakukan.

“Kita tak sanggup dan tak boleh melakukan otopsi terhadap setiap orang tapi kami kudu memeriksa bagian untuk tahu lebih baik ulang mengapa orang yang terinfeksi efeknya parah dan membuatnya sekarat,” papar Williamson.

Sebab seperti kami ketahui, sebagaian besar orang yang terinfeksi Covid-19 sanggup sembuh. Sementara orang-orang lain terhitung cuma mengalami gejala gampang saja.

Sehingga perlu untuk sanggup tahu mengapa lebih dari satu orang yang terkena virus mengalami situasi yang parah.

Hasil otopsi sejauh ini yang terkumpul udah mendukung para peneliti tahu bahwa banyak kematian yang berjalan terhadap pasien Covid-19 karena sindrom problem pernapasan akut.

Sedangkan kasus kesehatan lain akibat Covid-19 seperti gagal ginjal dan pembekuan darah tetap misterius.

Lebih banyak otopsi yang ditunaikan bisa saja sanggup mendukung untuk tahu penyakit ini dan terhitung kesempatan untuk mengobati mereka yang tetap hidup semakin besar.

Williamson sendiri mengaku udah melakukan lebih dari satu otopsi didalam rangka penelitian Covid-19.

“Kami berterima kasih kepada keluarga yang memberi tambahan persetujuan untuk prosedur. Otopsi (jenazah pasien Covid-19) adalah keliru satu cara untuk mendukung orang yang tetap hidup (terinfeksi virus corona),” ungkap Williamson.