Ole Gunnar Solskjaer Punya Rekor Baik Melawan Pelatih-Pelatih Top

Ole Gunnar Solskjaer Punya Rekor Baik Melawan Pelatih-Pelatih Top

Ole Gunnar Solskjaer Punya Rekor Baik Melawan Pelatih-Pelatih Top

Ole Gunnar Solskjaer Punya Rekor Baik Melawan Pelatih-Pelatih Top

Sejak menangani Manchester United per 19 Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer mampu mengungguli sederet pelatih yang lebih berpengalaman.

Mulai Pep Guardiola, Jose Mourinho, Maurizio Sarri, Mauricio Pochettino, hingga Carlo Ancelotti dan Marcelo Bielsa.Daftar di sini

Nama terakhir malah merasakan kekalahan telak 2-6 bersama Leeds United di Old Trafford dalam matchweek ke-14 Premier League Minggu lalu (20/12).

Solskjaer pula yang membuat Ancelotti merasakan kekalahan kandang (1-3) kali pertama musim ini bersama Everton pada matchweek kedelapan Premier League (7/12).

Dini hari nanti, Solskjaer kembali menghadapi Ancelotti di Goodison Park dalam perempat final Piala Liga (siaran langsung Mola TV pukul 03.00 WIB). Apakah Solskjaer yang berusia 47 tahun itu kembali mampu mengungguli Carletto –sapaan akrab Ancelotti– yang 14 tahun lebih senior?

”Mereka (United) sedang bergairah saat ini dan kami tidak beruntung harus menghadapi mereka,” kata Ancelotti kepada Click Liverpool.

Selama 16 kali menghadapi United, Ancelotti menderita tujuh kekalahan (lainnya 7 menang dan 2 seri). Enam kekalahan diderita Ancelotti oleh Sir Alex Ferguson. Artinya, setelah Fergie, pelatih United berikutnya yang mampu mengalahkan Ancelotti hanya Solskjaer.

Ancelotti yang pernah menangani Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid, Paris Saint-Germain, hingga Bayern Munchen juga dilema menghadapi Piala Liga.

Di satu sisi, ajang bernama lain EFL Cup itu memberikan kesempatan bagi Everton memenangi gelar. Apalagi, The Toffees sudah melaju sampai delapan besar.

Namun, direksi klub dan fans Everton saat ini lebih tertarik melihat Ancelotti membawa Seamus Coleman dkk lolos ke Liga Champions musim depan. Artinya, prioritas utama adalah habis-habisan di Premier League.

Tidak menjadi masalah kalau Everton punya skuad dengan kedalaman bagus. Pada kenyataannya, saat ini The Toffees kehilangan pilar di setiap lini. Bek kiri Lucas Digne, gelandang bertahan Allan, dan wide attacker James Rodriguez mengalami cedera.

Tetap menurunkan tim terbaik tanpa rotasi di Piala Liga rentan melemahkan tim terbaik untuk laga Premier League berikutnya atau di Boxing Day.

”Kami jelas tidak memiliki skuad dengan kedalaman sebagus mereka (United). Tapi, semua tim pasti menghadapi situasi pelik seperti ini,” beber Ancelotti seperti dilansir Liverpool Echo.

Di sisi lain, Solskjaer sudah pasti merotasi starting XI saat melawan Leeds United. Sebab, masih ada nama-nama Edinson Cavani, Paul Pogba, Donny van de Beek, Eric Bailly, hingga Juan Mata dan kiper Dean Henderson yang menunggu antrean starter.

Solskjaer tentu juga menghadapi dilema apakah menyimpan bintang lini tengah Bruno Fernandes atau tidak. Sebab, Fernandes-lah yang mencetak dua gol untuk membalikkan situasi saat United mengalahkan Everton 3-1 di Goodison Park bulan lalu.

Tidak tepat meracik komposisi pemain, United bisa kehilangan peluang trofi untuk kali kesekian di era Solskjaer. Musim lalu, The Red Devils tiga kali terhenti di semifinal (Piala Liga, Piala FA, dan Liga Europa).

”Setiap musim tentu harus ada peningkatan. Musim ini kami tentu lebih lapar gelar,” tutur Solskjaer.