Nyeri Punggung Tak Jadi Gejala Umum Virus Corona

Nyeri Punggung Tak Jadi Gejala Umum Virus Corona

Nyeri Punggung Tak Jadi Gejala Umum Virus Corona

Nyeri Punggung Tak Jadi Gejala Umum Virus Corona

Pasien Covid-19 melaporkan sejumlah gejala. Termasuk salah satunya nyeri punggung sebagai salah satu gejala infeksi virus corona.

Covid-19 adalah infeksi virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem pernapasan. Batuk menerus, demam, dan anosmia menjadi sederet gejala yang sering dilaporkan. Pada kondisi lebih parah, pasien akan mengalami sesak napas.

Namun, kini sejumlah ahli menemukan bahwa sakit punggung juga bisa menjadi gejala Covid-19.

Mengutip pokerrepublik, beberapa pasien melaporkan gejala nyeri punggung yang tidak biasa. Sakit punggung ini umumnya akan bertahan selama beberapa hari.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh ahli pulmonologi, dr Erlang Samoedro. Nyeri punggung, lanjutnya, memang menjadi salah satu gejala infeksi virus corona.

“Tapi, jumlahnya [kasus] enggak banyak,” ujar Erlang, pada CNNIndonesia.com, Senin (8/3). Artinya, nyeri punggung tak menjadi gejala umum Covid-19, atau hanya dirasakan pada segelintir pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyebut, hanya sekitar 15 persen pasien Covid-19 yang melaporkan keluhan rasa nyeri, termasuk pada bagian punggung.

Sama halnya seperti infeksi virus influenza, Covid-19 juga menimbulkan gejala sistemik, berupa rasa nyeri, termasuk pada punggung.

Rasa nyeri ini juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya, atau bahkan seluruh bagian tubuh.

Erlang mengatakan, nyeri ini terjadi akibat respons tubuh terhadap peradangan. Peradangan dapat menyebabkan nyeri seperti kram di punggung.

Saat infeksi terjadi, sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan sel darah putih untuk melawan infeksi. Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan peradangan yang bisa membuat otot-otot tubuh terasa pegal dan kaku.