Mitos Urban Jepang Kaitan Penampakan Ikan Laut dan Gempa Besar

Mitos Urban Jepang Kaitan Penampakan Ikan Laut dan Gempa Besar

Mitos Urban Jepang Kaitan Penampakan Ikan Laut dan Gempa Besar

 

Mitos Urban Jepang Kaitan Penampakan Ikan Laut dan Gempa Besar

AGODAPOKER Sebuah keyakinan lama di Jepang menyebut, penampakan seekor ikan laut dalam (deep sea fish) di permukaan air, adalahsebuah pertanda bahwa gempa bumi besar bakal melanda distrik yang ditemui hewan ini.

Namun, menurut keterangan dari tim peneliti dari dua universitas terkemuka di Negeri Matahari Terbit, anggapan itu hanyalah takhayul semata.

Para ilmuwan itu, yang terdiri dari periset-periset dari Tokai University dan University of Shizuoka, membandingkan: kasus-kasus ikan laut dalam yang ditemukan kandas atau tertangkap jaring nelayan sekitar sekitar 90 tahun, dengan daftar gempa bumi dahsyat yang pernah mengguncang Negeri Sakura.

Mitos yang menuliskan bahwa penampakan ikan laut dalam bersangkutan dengan gempa bumi, berakar pada legenda putri duyung yang menunjukkan wujudnya di “Shokoku Rijin Dan” sebab merasakan kegiatan seismik di dasar laut. Ini ialah kumpulan kisah mengherankan yang merebak pada Abad ke-18.

“Kami berpendapat, andai kami dapat mengetahui hubungannya, tersebut akan bermanfaat untuk pencegahan bencana,” kata Yoshiaki Orihara, seorang profesor ilmu fisika Bumi di Tokai University.

Dikutip dari Japan Today, Kamis (15/8/2019), Orihara dan rekan-rekannya menggali makalah akademis mengenai penampakan ikan laut dalam, lalu mengecek artikel-artikel yang dimuat oleh sebanyak surat kabar lawas di National Diet Library (perpustakaan), dan mengaitkannya dengan asumsi bahwa permasalahan seperti ini lumayan langka untuk diputuskan oleh media regional.

Timnya pun menganalisis diskusi yang dilangsungkan secara daring, berhubungan penampakan ikan laut dalam dan laporan tentang pengamatan yang dipublikasikan oleh akuarium-akuarium di semua Jepang.

Dengan mencocokkan kemunculan ikan laut dalam dan daftar seismik dari Japan Meteorological Agency yang dicari sejak tahun 1923, ilmuwan mengejar 371 permasalahan penampakan ikan laut dalam sekitar periode antara 26 November 1928 dan 11 Maret 2011.

Tanggal tersebut adalahhari di mana gempa bumi besar menggoyang Jepang Timur atau dikenal sebagai the Great East Japan Earthquake.

Termasuk di antaranya merupakan 336 permasalahan dari delapan spesies ikan yang konon dihubungkan dengan gempa bumi, laksana oarfish dan slender ribbonfish.

Pada masa yang sama, gempa berkekuatan 6 magnitudo atau lebih banyak dari ini, terdaftar terjadi sejumlah 221 kali.

BACA JUGA :

Kuil di Jepang Pakai Robot Senilai Rp 1,4 Miliar Sebagai Pendeta

Akan tetapi, ketika tim peneliti menginvestigasi gempa yang terjadi dalam radius 100 kilometer dari tempat ditemukannya deep sea fish sampai 30 hari sebelumnya, mereka melulu mendapati satu gempa saja, yaitu pada 16 Juli 2007 yang mengguncang Prefektur Niigata.

“Kami tidak mengejar korelasinya, walau kami juga hendak menyelidiki hubungan antara lokasi berlindung massal dolfin dan paus dengan gempa bumi di masa depan,” pungkas Orihara.

Binatang yang Peka
beberapa berpengalaman berspekulasi bahwa makhluk laksana ikan laut dalam beralih ke perairan yang lebih dangkal saat mereka menikmati perubahan elektromagnetik yang diakibatkan oleh gerakan tektonik, yang berhubungan dengan sesar aktif.

Beberapa penampakan oarfish di bibir pantai atau secara tak sengaja terjebak di jala nelayan, merangsang kekhawatiran bakal terjadinya bencana alam dahsyat.

Meski sistem peringatan dini yang diciptakan oleh pemerintah Jepang dapat memberikan kesempatan untuk orang-orang guna berlindung sebelum gempa bumi besar datang, namun tidak terdapat metode dapat memprediksi kapan lempeng tektonik bakal bergeser.

Beberapa berpengalaman percaya, ada bisa jadi 70% sampai 80% bahwa distrik pantai Pasifik Jepang akan merasakan gempa bumi dalam 30 tahun ke depan

BACA JUGA :

Berbasis Honda Forza ADV300 Diisukan Rilis Akhir Tahun