Mitos atau Fakta, Benarkah Luka yang Terbuka Lebih Cepat Kering?

Mitos atau Fakta, Benarkah Luka yang Terbuka Lebih Cepat Kering?

Mitos atau Fakta, Benarkah Luka yang Terbuka Lebih Cepat Kering?

Mitos atau Fakta, Benarkah Luka yang Terbuka Lebih Cepat Kering?

Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami luka ringan pada bagian tubuhnya. Terlebih pada anak-anak yang aktif bergerak. Tak jarang luka karena jatuh pada bagian kaki atau tangan sering terjadi.

Namun, bukannya ditutup, luka tersebut justru kadang dibiarkan terbuka dengan alasan agar cepat kering. Lantas, benarkah demikian? Daftar di sini

Dalam acara Hansaplast bertema ‘Seberapa Penting Proteksi Terhadap Tumbuh Kembang Anak’, Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A menjelaskan, kalau luka yang dibiarkan terbuka agar cepat kering adalah mitos. Faktanya, jika luka dibiarkan terbuka justru bisa berbahaya.

Diakui dr. Mesty, memang dalam hal perawatan luka khususnya pada anak, masih banyak beredar mitor keliru. Salah satunya mitos luka yang terbuka agar kering dan cepat sembuh.

“Luka yang dibiarkan terbuka sering kali dapat memperbesar risiko terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi,” ujar dr. Mesty.

Untuk itu, ungkap dr. Mesty, ada baiknya jika terluka lalu dibersihkan. Setelah dibalut agar proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik.

Nah, bicara tentang penanganan luka pada anak, memang tak mudah. Selain pengetahuan akan penanganan luka yang benar, cara membujuk anak agar mau diobati pun harus tepat.

Kadang, tangisan sang anak membuat emosi orang ituas terpancing sehingga marah-marah. Jika itu terjadi, tugas kita sebagai orang tua untuk memahami dan mengartikulasi perasaan anak.

“Seperti Adik sakit ya kakinya, Bunda bantu obati ya supaya cepat sembuh. Dengan kita memahami anak, anak akan merasa lebih aman dan lebih berani mengeksplor lingkungannya kembali,” sambung dr. Mesty.

Menurut dr. Mesty, dengan penanganan luka anak yang tepat, maka orang tua bisa membangun rasa percaya diri di anak untuk tetap bergerak. Sebab, perkembangan anak bisa optimal jika mereka bebas bergerak dan berani eksplorasi lingkungan.

“Tugas kita, memastikan lingkungan si Kecil aman dari segara bahaya. Namun terkadang, kecelakaan kecil tak bisa dihindari, seperti terjatuh dan anak mengalami luka lecet,” tutupnya.

Tiga Langkah Penanganan Luka di Rumah

Sementara itu, Marketing Director Hansaplast, Dr. Christopher Vierhaus, mengungkapkap, sebenarnya ada tiga langkah mudah mengobati luka di rumah. Setidaknya langkah ini bisa jadi pertolongan pertama.

1. Bersihkan, bersihkan luka dari kotoran untuk mencegah infeksi. Bisa gunakan spray antiseptik yang dilengkapi Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) yang dapat mengobati luka tanpa rasa perih.

2. Lindungi, lindungi luka dari kotoran dan bakteri untuk mencegah infeksi. Gunakan plester dengan Bacteria Shield yang telah teruji secara klinis dapat melindungi luka dari kotoran dan bakteri penyebab infeksi.

3. Sembuhkan, setelah luka mulai mengering, rawat luka dengan salep luka untuk mencegah bekas luka.