Misteri Rumah Cimanggis Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

Misteri Rumah Cimanggis Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

Misteri Rumah Cimanggis Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

 

Misteri Rumah Cimanggis Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

AGODAPOKER Warga Depok tentu telah tidak asing lagi dengan Rumah Cimanggis yang terletak di Kompleks RRI, Depok, Jawa Barat. Rumah tua peninggalan Belanda tersebut dikenal sebab keangkerannya.

Tak terhitung telah berapa tidak sedikit kejadian-kejadian mistis yang dirasakan oleh warga sekitar saat melewati Rumah Cimanggis yang sekarang sudah terbengkalai.

Rumah Cimanggis konon dibangun semenjak abad ke 18, dan telah sejumlah kali berganti kepemilikan. Pada tadinya dimiliki oleh Yohana van der Parra, istri Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-29 Albertus van der Parra, lalu beralih tangan ke sebanyak orang Eropa sampai akhirnya menjadi unsur dari tanah kepunyaan Radio Republik Indonesia (RRI).

Seiring berjalannya waktu, situasi Rumah Cimanggis kian menyedihkan setelah dikosongkan pada mula 2000-an. Sekeliling bangunan diisi dengan semak belukar, sedangkan terdapat pun bagian lokasi tinggal yang dicuri. Namun akhirnya dilaksanakan pembenahan pada bangunan dan unsur yang dicuri sukses ditemukan kembali.

Sejarah Rumah Cimanggis

Gambaran tentang Rumah Cimanggis didokumentasikan oleh penulis kitab Adol Heuken SJ dalam karyanya yang berjudul “Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta”.

Berdasarkan keterangan dari penjelasan Adolf, Rumah Cimanggis mempunyai atap tinggi dengan halaman yang luas dengan arsitektur yang memadukan gaya dari sekian banyak negara, di antaranya gaya Inggris dan Prancis.

Daerah Cimanggis sengaja dipilih sebagai tempat bangunan, sebab pada masa lalu, Batavia pernah berada dalam suasana tidak sehat menyusul tersebarnya penyakit malaria yang merenggut tidak sedikit korban jiwa.

Untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut, semua pejabat Belanda sepakat untuk menegakkan Rumah Cimanggis sebagai lokasi tinggal peristirahatan di pinggiran Batavia yang lingkungannya dirasakan lebih sehat.

Saat didiami oleh Yohana dan Albertus van der Parra, perekonomian di area Cimanggis merasakan peningkatan yang lumayan pesat. Apalagi sesudah Pasar Cimanggis dibangun. Tempat ini menjadi sentra ekonomi masyarakat setempat. Sekarang pasar itu dikenal dengan nama Pasar Pal.

Setelah Yohana tutup usia, kepemilikan rumah beralih tangan untuk seorang pengusaha mempunyai nama David Smith. Pria berkebangsaan asing itu melulu menempati lokasi tinggal ini sejumlah waktu saja sebab usahanya bangkrut.

Buntut dari permasalahan tersebut, kepemilikan Rumah Cimanggis sempat tidak jelas. Kempilikan Rumah Cimanggis baru diketahui berpulang kepada 1953 dengan Samuel de Meyer terdaftar sebagai pemiliknya. Sebelumnya, tentara Belanda sempat menduduki rumah itu sebagai markas sekitar berlangsungnya agresi militer kesatu.

Memasuki era orde baru, di dekat Rumah Cimanggis didirikan tiga pemancar RRI pada 1964. Adanya pemancar RRI membuat faedah Rumah Cimanggis ikut berubah. Pada 1978, Rumah Cimanggis dijadikan lokasi tinggal dinas untuk karyawan RRI di mana rumah dipecah menjadi 13 unsur dan masing-masing bagiannya ditempati satu kepala keluarga.

Awal 2000-an, Rumah Cimanggis kesudahannya dikosongkan. Sejak saat tersebut kondisi bangunan mulai tidak terawat dan secara perlahan merasakan kerusakan. Perhatian besar terhadap Rumah Cimanggis baru kembali hadir saat di komplek RRI lokasi berdirinya bangunan ini direncanakan bakal dibangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Kisah mistis seputar Rumah Cimanggis

Ada pelbagai kisah mistis yang pernah dirasakan warga lokal saat melalui Rumah Cimanggis. Salah satunya cerita pelajar SMK yang berkeinginan melakukan sesi foto bareng untuk perpisahan sekolah. Meski telah diingatkan tidak boleh sampai petang berada di lokasi rumah, mereka tidak mengindahkan saran tersebut.

Alhasil, saat mereka tengah bersiap pulang, di antara siswa tiba-tiba jatuh pingsan sebab kesurupan. Berdasarkan keterangan dari penuturan Nenek Fauzi, di antara warga setempat, sosok makhluk halus yang menginjak tubuh murid SMK digadang-gadang serupa Noni Belanda.

“Wujudnya sih Noni Belanda, nenek sempat tanya mengapa ikuti anak ini. Katanya si Noni inginkan ikut saja,”

Selain cerita itu, Rumah Cimanggis pun kerap dijadikan sebagai tempat syuting acara misteri. Bahkan, mantan paranormal yang sekarang sudah berhijrah, Ki Joko Bodo, langsung mengakui keangkeran bangunan peninggalan Belanda tersebut saat menginjakkan kaki di halaman rumah.

Dari sekian tidak sedikit kisah-kisah mistis yang beredar, konon ada pun sejumlah orang datang dari sekian banyak daerah melulu untuk memungut batu atau tanah halaman Rumah Cimanggis. Berdasarkan keterangan dari penuturan mereka, benda-benda itu dapat menolong menyempurnakan ilmu atau sekadar dijadikan jimat semata.

BACA JUGA :

 

Bikin Merinding Ini 4 Lokasi Goa Jepang Paling Angker di Indonesia