Menghadapi Juara Afrika, Manuel Neuer Bisa Catat Rekor Penting

Menghadapi Juara Afrika, Manuel Neuer Bisa Catat Rekor Penting

Menghadapi Juara Afrika, Manuel Neuer Bisa Catat Rekor Penting

Menghadapi Juara Afrika, Manuel Neuer Bisa Catat Rekor Penting

Dibandingkan dengan mantan kiper AC Milan Dida, Manuel Neuer belum selevel dalam sejarah Piala Dunia Antarklub. Dua kali Dida ikut dalam skuad juara.

Sekali bersama Rossoneri dalam edisi 2007, sekali lainnya dengan Corinthians tujuh tahun sebelumnya. Neuer baru sekali meraihnya bersama Bayern pada 2013. Klik di sini

Namun, ada satu hal yang belum pernah dilakukan Dida dan sekarang berpeluang dilakukan Manu –sapaan akrab Manuel Neuer. Pantera –julukan Dida– tidak pernah bisa mempertahankan gawang klubnya dari kemasukan dalam tiga laga beruntun.

Kiper seperti Ali Khaseif (Al-Jazira) atau Robert Muteba Kidiaba (TP Mazembe) memang tercatat meraih tiga clean sheet beruntun. Tetapi, satu laga lainnya tidak bermain penuh alias 90 menit.

Khaseif diganti menit ke-51 pada semifinal edisi 2017 kontra Real Madrid karena cedera. Sementara Kidiaba dikartu merah dalam perebutan tempat kelima edisi 2009 melawan Auckland City.

Rekor itulah yang menanti Neuer seandainya turun saat Bayern menghadapi juara Afrika Al-Ahly dan mengakhirinya tanpa kebobolan (siaran langsung Champions TV 1/UseeTV GO pukul 01.00 WIB).

Laga di semifinal Piala Dunia Antarklub 2020 itu dihelat di Ahmed bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar.

”Kami tahu siapa mereka (Al Ahly). Mereka itu klub pemenang Liga Champions Afrika. Jadi, kami tahu menghadapi mereka tidak akan mudah,” tutur Neuer di laman resmi FIFA.

Sekilas, Neuer seperti mengenal karakter permainan Nadi Al Wataniyyah –julukan Al Ahly. Memang benar. Neuer dan Al Ahly pernah berhadapan meski hanya dalam pertandingan uji coba pada 20212. Uniknya, laga saat itu berlangsung di tempat yang sama dengan laga dini hari nanti, Ahmed bin Ali Stadium.

Kala itu Neuer gagal mengakhiri laga dengan clean sheet. Gawang kiper 34 tahun itu dibobol oleh gelandang Mohamed Barakat dalam laga yang dimenangi Bayern dengan skor 2-1.

Hanya bek Saad Samir dan gelandang serang Walid Soliman dari skuad sembilan tahun silam yang masih tersisa di skuad Al Ahly saat ini.

Der trainer Bayern Hans-Dieter Flick menambahkan, minimnya referensi tentang Al Ahly merupakan handicap baginya. ’’Yang saya tahu dari penampilan mereka sebelumnya (menang 1-0 atas klub tuan rumah Al Duhail di perempat final, Red), mereka bermain dengan bertumpu pada fullback-nya yang ofensif,’’ bebernya kepada BBC Sport.

Bukan hanya tidak familier dengan strategi Al Ahly, faktor kebugaran bisa mengganggu performa Manu dkk. Pesawat yang membawa skuad Bayern dari Berlin ke Doha mengalami penundaan takeoff sampai tujuh jam. Itu terjadi karena jadwal keberangkatan pesawat skuad Bayern adalah tengah malam dan hal tersebut dilarang di Jerman saat ini.

Pemain Bayern disebut stres lantaran terkatung-katung di bandara. Seperti diungkapkan gelandang Bayern Joshua Kimmich. ”Hampir pasti ada perubahan agenda tim di Qatar (gara-gara penundaan terbang, Red),” ucap bek terbaik Liga Champions 2019–2020 itu.