Mengenal Tanda Hiperseksual dan Terapi Kecanduan Seks

Mengenal Tanda Hiperseksual dan Terapi Kecanduan Seks

Mengenal Tanda Hiperseksual dan Terapi Kecanduan Seks

Mengenal Tanda Hiperseksual dan Terapi Kecanduan Seks

Kecanduan seks sama buruknya dengan kecanduan alkohol dan obat-obatan. Durasi terapi kecanduan seks agar bisa sembuh pun tergolong cukup lama.
Merujuk LudoQQ pokerace99, kecanduan seks diakibatkan tingginya libido atau gairah seksual.

Kondisi ini juga akan berdampak pada gangguan mental, meski belum masuk dalam kategori Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang biasanya digunakan oleh praktisi untuk mendiagnosis penyakit kejiwaan.

Perilaku seksual kompulsif atau disebut juga perilaku hiperseksual, awalnya melibatkan pengalaman seksual umum yang menyenangkan. Misalnya masturbasi, sering gonta-ganti pasangan, kecanduan pornografi, perilaku asusila di dunia maya atau cyberseks, hingga prostitusi.

Namun lama-kelamaan pengalaman tersebut menjadi fokus utama dalam hidup penderita yang sulit dikendalikan. Hingga akhirnya dapat berbahaya bagi diri si penderita maupun orang lain.

Meski demikian, ada sejumlah terapi yang dapat membantu pecandu seks keluar dari dorongan seksual yang tidak terkendali.

Sebelum membahas langkah kunci, mari terlebih dahulu mengenal gejala, penyebab, hingga risiko kecanduan seks.

Gejala Kecanduan Seks
Berikut tanda seseorang adalah pecandu seks atau dengan gejala seksual kompulsif, merujuk MayoClinic.

Memiliki fantasi seks, dorongan, dan perilaku seksual yang intens dan berulang
Terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu, namun merasa bersalah atau menyesal setelah melepasnya
Sulit mengurangi atau mengendalikan fantasi, dorongan, dan perilaku seksual
Perilaku seksual kompulsif sebagai bentuk pelarian diri dari masalah seperti, kesepian, depresi, cemas, atau stres.
Berpotensi menularkan penyakit menular seksual kepada orang lain, merusak hubungan sosial, bermasalah dalam aktivitas harian, kesulitan keuangan, hingga masalah hukum
Kesulitan membangun dan menjaga hubungan sehat dan stabil dengan orang lain
Orang dengan gejala seperti di atas, sebaiknya segera mendatangi psikiater terdekat. Pasalnya, perilaku seksual kompulsif cenderung meningkat seiring waktu.

Dengan mendapatkan bantuan lebih awal, akan membantu mencegah dan mengatasi masalah sebelum perilaku kecanduan seks menjadi lebih parah.

Perilaku kecanduan seks yang dibiarkan dan tak mendapat penanganan tepat, dapat mengganggu banyak aspek dalam hidup. Seperti menurunkan rasa percaya diri, mengganggu karier, kesehatan, merusak hubungan dengan orang lain atau terhadap pasangan misalnya berselingkuh.

Penting untuk diingat bahwa menikmati aktivitas seksual tidak sama dengan kecanduan seks. Seks adalah aktivitas hubungan manusia yang sehat dan dapat dinikmati secara normal.