Mengenal Perbedaan Permasalahan Osteoarthritis dan Osteoporosis

Mengenal Perbedaan Permasalahan Osteoarthritis dan Osteoporosis

Mengenal Perbedaan Permasalahan Osteoarthritis dan Osteoporosis

Mengenal Perbedaan Permasalahan Osteoarthritis dan Osteoporosis

Sebagian masyarakat kerap dibingungkan dengan osteoarthritis dan osteoporosis karena kemiripan pada gejala.
Meski sama-sama berpusat pada permasalahan tulang, tapi osteoarthritis dan osteoporosis sebenarnya memiliki sejumlah perbedaan, termasuk risiko serta bagaimana penanganannya.

Untuk itu, dokter spesialis saraf dr. Untung Gunarto mengatakan bahwa masyarakat perlu mengenali perbedaan osteoarthritis dan osteoporosis agar dapat menindaklanjutinya dengan penanganan yang tepat.

“Masyarakat awam terkadang sering bingung dengan perbedaannya karena gejalanya mirip namun risiko dan penanganannya sangat berbeda sehingga perlu dikenali perbedaannya,” katanya, dikutip dari pokerrepublik.

Dokter yang praktik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto itu menyebutkan bahwa osteoporosis adalah kondisi sebagian tulang yang mengalami perubahan dalam bentuk hilangnya sebagian massa tulang.

“Hal tersebut mengakibatkan tulang akan mengalami kondisi keropos, seperti ada pori-porinya, jika itu terjadi maka kondisi demikian dapat menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya dan dapat mengakibatkan patah tulang,” paparnya.

Patah tulang yang dimaksud, bisa saja terjadi karena benturan ringan atau bahkan tanpa benturan sama sekali.

“Osteoporosis pada umumnya terjadi pada orang-orang yang pada saat mengalami pembentukan tulang-tulang penyangga, di masa mudanya atau saat proses pembentukan tulang tidak mendapatkan kalsium yang cukup,” kata Untung.

Penderita osteoporosis, bisa mengalami kehilangan tinggi badan dan perubahan postur tubuh hingga nyeri punggung yang cukup parah.

“Osteoporosis paling sering terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Dan lebih banyak terjadi pada wanita,” tambahnya

Sementara itu, osteoarthritis merupakan gangguan tulang, biasanya terjadi pada area tulang rawan yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian sendi.

“Gejalanya adalah rasa sakit pada daerah sendi-sendi dan dapat disertai kekakuan sehingga sulit untuk digerakkan, sehingga membuat gerakan tubuh menjadi terbatas,” jelas Untung.

Dia lanjut mengatakan bahwa gejala ini sering datang secara bertahap dan lebih sering dirasakan pada pagi hari atau setelah sendi berdiam atau tidak digerakkan dalam waktu yang lama.

“Kemudian saat digerakkan, yang terjadi adalah kesulitan menggerakkan sendi,” ungkapnya

Menurutnya, osteoarthritis paling sering terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas. Namun, itu juga bisa oleh yang muda bila pernah mengalami cedera, serta sering melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama.

Dia mengatakan bahwa osteoporosis dan osteoarthritis dapat terjadi bersamaan, sebab beberapa faktor pemicunya memiliki gejala yang sama.

“Karena itu untuk mencegah adalah dengan konsumsi makanan sehat dan kaya kalsium serta berolahraga jangan berlebihan,” ujarnya.