Mengenal Huruf Hangeul, Alfabet Asli Korea dari Dinasti Joseon

Mengenal Huruf Hangeul Alfabet Asli Korea dari Dinasti Joseon

Mengenal Huruf Hangeul, Alfabet Asli Korea dari Dinasti Joseon

 

Mengenal Huruf Hangeul, Alfabet Asli Korea dari Dinasti Joseon

Agodapoker Poker Legenda Dalam rangka merayakan Hari Hangeul (huruf Korea) ke-573, Korean Culture Center (KCC) Indonesia akan mengadakan acara bertema “Play with Hangeul” pada 9 Oktober 2019 di kantor KCC.

Kegiatan itu terdiri dari sejumlah kompetisi dan pekerjaan yang sehubungan dengan huruf dan bahasa pribumi Korea. Peserta bisa mengikuti pelbagai kegiatan guna mengenal bahasa dan kebiasaan Korea.

Beberapa di antaranya ialah belajar Hangeul dengan memakai stempel berbentuk Hangeul, menghias kipas atau pin, dan mengupayakan pakaian tradisional hanbok.

Sedangkan untuk pengunjung yang telah memiliki keterampilan bahasa Korea, staf KCC Debora menjelaskan, mereka bisa mengikuti persaingan kosa kata bahasa Korea.

Orang yang mengekor lomba ini diminta memprediksi kosa kata dalam bahasa Korea melewati pertanyaan atau pemaparan yang diserahkan panitia.

“Namun, persaingan ini melulu ditujukan guna mereka yang mengekor pejalaran bahasa Korea di King Sejong Institute KCC Indonesia,” ujar Debora saat memberikan pengakuan pers di kantor KCC area SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Desember 2019.

Saat mengekor lomba, peserta diminta untuk menciptakan esai pendek dengan tema yang akan diberitahukan sebelum persaingan dimulai.

Pemenang utama dari persaingan tersebut berpeluang mengikuti program kursus bahasa Korea di Korea Selatan yang dilangsungkan pada tahun depan.

Sejarah Singkat Hangeul


Hangeul atau huruf pribumi Korea dibuat pada masa Dinasti Joseon pada tahun 1443 oleh Raja Sejong. Dalam mayoritas sejarahnya, rakyat Korea sebelumnya mencatat dengan aksara Tionghoa (Hanja).

Namun, sebab bahasa tutur kedua bangsa ini berasal dari family yang berbeda, maka bahasa Korea tidak dapat secara tepat diungkapkan dalam aksara Tionghoa.

Dalam bahasa Tionghoa, kalimat ditandai dengan partikel. Sementara dalam bahasa Korea, akhiran dipakai untuk meningkatkan atau memodifikasi makna. Walau tidak nyaman, kaum bangsawan Korea (Yangban) tetap menyokong pemakaian Hanja secara teguh.

Huruf Hangeul sendiri mempunyai sistem penulisan yang ilmiah, menurut penjelasan tertulis KCC. Meskipun artikel Hangeul terlihat laksana tulisan ideografik (tulisan dalam format ‘simbol’ laksana aksara Tionghoa), Hangeul sebetulnya adalahhuruf fonetik atau alfabet, sebab setiap hurufnya merupakan emblem vokal dan konsonan yang berbeda.

Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf (jamo): 14 huruf mati (konsonan) dan 10 huruf hidup (vokal). Sebenarnya, Hangeul masih memiliki 3 konsonan dan 1 huruf vokal, namun dihilangkan.

Selain guna menyebutkan bahasa Korea, Hangeul juga digunakan untuk bahasa Suku Cia-Cia di Sulawesi Tenggara, Indonesia, dan masing-masing 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul.

BACA JUGA :

Viral Boneka Setan yang Katanya Bawa Sial, Faktanya Malah Bikin Kaget!