Mengenal Bola Resmi Piala Dunia 2018, Ada Peranti Lunak di Dalamnya

CASINO ONLINE-Gelaran Piala Dunia 2018 baru akan berlangsung kurang dari 100 hari lagi. Tak heran jika FIFA sudah merilis bola yang akan digunakan dalam pesta sepak bola akbar dunia tersebut.

Bola keluaran produsen olahraga asal Jerman ini diberi nama Telstar 18. Produk ini adalah reka ulang dari bola yang dipakai pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Warnanya dibuat hitam putih, sesuai dengan warna yang ada di televisi ketika itu, hitam dan putih. Telstar sendiri merupakan singkatan dari ‘television star’.

1.   Telstar 18 ditanam peranti modern

Dibuat dari materi daur ulang, bola keluaran Adidas itu juga ditanami teknologi modern di dalamnya. Tak tanggung-tanggung, Telstar 18 dipasangi chip NFC atau Near Field Communication.

Chip NFC memungkinkan dua piranti bertukar data. Dalam hal ini data yang ada di dalam bola adalah pernik-pernik yang berkaitan dengan produsen bola itu, yang bisa diperoleh ketika sebuah smartphone terhubung dengan bola. Chip itu terletak di ujung atas bola, di bawah logo wi-fi.

Walaupun bola ini memiliki teknologi terbaru, nyatanya tak membuat penjaga gawang puas. Bahkan ada banyak kiper yang mengkritik Telstar 18. Di antaranya, tiga kiper papan atas dunia yang terang-terangan mengkritisi performa bola tersebut.

“Taruhan, dalam satu laga akan terjadi 35 gol yang dihasilkan dari tendangan jarak jauh, sebab bola itu mustahil untuk dikendalikan. Dan, bola itu terbungkus dengan plastik film, membuatnya sulit ditangkap,” kata Reina dikutip dari AS.

2.   Telstar 18 dianggap aneh oleh trio kiper dunia

David De Gea, Pepe Reina, dan Marc-Andre ter Stegen menganggap bola tersebut aneh. Sebab sangat sulit dikendalikan. Bola itu justru cenderung bergelak liar dan sulit untuk diantisipasi penjaga gawang.

Ketiganya merasakan keanehan saat tampil dalam laga uji coba Jerman kontra Spanyol yang berakhir 1-1, (23/3/18) lalu. Pasalnya, Telstar 18 digunakan pada laga tersebut.

Trio kiper itu sepakat, bola tersebut akan membuat banyak masalah bagi kiper. Sebab, bola itu bergerak tak karuan dan arahnya tak terprediksi. Oleh karena itu ketiganya amat menginginkan agar bola itu mendapat banyak perbaikan.

3.   De Gea dan Ter Stegen setujui pernyataan Reina

“Taruhan, dalam satu laga akan terjadi 35 gol yang dihasilkan dari tendangan jarak jauh, sebabbola itu mustahil untuk dikendalikan. Dan, bola itu terbungkus dengan plastic film, membuatnya sulit ditangkap,” kata Reina dikutip dari AS.

Setali tiga uang, De Gea juga setuju dengan pernyataan Reina. Ia menganggap seharusnya bola terebut bisa dibuat dengan lebih baik.

“Sangat aneh. Seharusnya bisa dibuat lebih baik. Mereka harus mengubahnya, masih ada waktu,” kata De Gea yang gawangnya dibobol oleh striker Jerman, Thomas Mueller, dari luar kotak penalti pada laga ujicoba itu.

Namun, Ter Stegen agaknya lebih ‘lunak’ dalam mengkritisi bola itu. Ketimbang kedua kompatriotnya itu. Kiper Barcelona itu mengatakan para kiper harus membiasakan diri dengan memakai Telstar 18 sesering mungkin.

“Bola itu tak mau diam. Seharusnya bisa dibuat lebih baik. Namun saya rasa, kami harus membiasakan diri untuk bekerja dengan bola itu. Secepat mungkin sebelum Piala Dunia dimulai. Kami tak punya pilihan lain,” ujar Ter Stegen.