Mengenal 7 Tahap Kehidupan Pasangan Menikah, Kamu Sampai Mana?

Mengenal 7 Tahap Kehidupan Pasangan Menikah, Kamu Sampai Mana?

Mengenal 7 Tahap Kehidupan Pasangan Menikah, Kamu Sampai Mana?

Mengenal 7 Tahap Kehidupan Pasangan Menikah, Kamu Sampai Mana?

Kehidupan pernikahan bukan berarti bebas hambatan. Ada sejumlah proses yang akan dihadapi dalam kehidupan berumah tangga, entah yang membahagiakan ataupun sebaliknya. SenjaQQ

dijelaskan bahwa setiap pasangan akan melewati jatuh bangun hubungan yang terbagi dalam 7 tahapan. Pada tahap awal, pasangan biasanya sedang hangat-hangatnya sehingga jarang terjadi pertikaian atau lebih sering merasakan hal-hal romantis.

Berbeda dengan tahap selanjutnya, keduanya baru mulai menyadari kalau ada banyak perbedaan antara satu dengan lainnya sehingga perlu mencari cara untuk bisa melewati fase tersebut agar bisa sampai pada tahap ketujuh. Di tahap terakhir pasangan akan menyadari bahwa pilihannya selama ini merupakan sosok yang tepat untuk mendampinginya.

Untuk penjelasan lebih lengkap terkait 7 tahapan hubungan pernikahan, yuk simak beberapa poin berikut ini.

1. Tahap bulan madu

Usai melangsungkan pernikahan, pasangan biasanya menghabiskan waktu berdua untuk melakukan bulan madu. Setiap orang punya jangka waktu yang berbeda-beda ketika berbulan madu, ada yang cukup hitungan minggu dan ada pula yang sampai hitungan bulan.

Pada tahap ini pasangan biasanya sedang dalam tahap yang bergairah dan romantis satu sama lain. Keduanya ingin menghabiskan waktu bersama setiap saat, seperti orang yang baru berpacaran.

2. Tahap penyesuaian

Pada tahap kedua gairah pasangan sudah mulai mereda. Kesibukan dan tanggung jawab, seperti pekerjaan, mengurus rumah, mertua, dan lainnya membuat waktu mulai tersita.

Keduanya mulai menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya dan mulai memikirkan bagaimana cara menyikapi kebiasaan pasangan. Selain itu, di tahap kedua ini biasanya sudah muncul pula kesadaran bahwa pasangan juga memiliki kekurangan dan sikap yang mungkin tak diduga sebelumnya, sehingga kamu akan mulai mempertanyakan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan hubungan.

3. Tahap memberontak

Setelah beberapa tahun menikah, pasangan menikah biasanya akan mulai meledak-ledak dan menunjukkan emosi. Ketika tidak suka tentang suatu hal, tingkah kita dan pasangan akan langsung terlihat dan berusaha untuk mempertahankan egonya masing-masing.

permasalahan ini juga kerap disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang mengharuskan karyawannya bersikap profesional dan tidak boleh menunjukkan sisi emosionalnya. Emosi dan mental yang telah terkuras saat bekerja membuat seseorang menjadi sulit memberikan perhatian lebih dalam hubungannya, sekaligus rentan menghadapi ketegangan dalam rumah tangga.

Pada tahap ini, harus ada salah satunya yang bersikap lebih dewasa untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, seperti perselingkungan ataupun perceraian. Biasanya hal buruk tersebut bisa terjadi ketika ada salah satu pihak mulai merasa kecewa, frustrasi, ataupun hubungan selalu didominasi dengan konflik yang tak terselesaikan.

4. Tahap evaluasi diri

Pasangan yang sudah lama menghabiskan waktu bersama akan menjadi terbiasa dengan situasi sehari-hari. Keduanya akan lebih mudah memaklumi kekurangan satu sama lain dan menjadi lebih dewasa, terutama apabila sudah memiliki anak.

Sebagai orang tua, suami istri akan berusaha menjadi panutan dan memberi contoh yang baik bagi anaknya. Keinginan tersebut membuat keduanya mulai melakukan evaluasi diri, serta berusaha menjaga kesatuan hubungan dan membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

5. Tahap menerima pasangan

Bertahan dari kebosanan, konflik, dan godaan bukanlah hal yang mudah. Bagi yang berhasil melewatinya, mereka akan kembali berdamai dengan pasangan dan memberikan kesempatan kedua untuk menyesuaikan diri lagi.

Saat anak sudah bertambah dewasa dan karier sudah mampu mencukupi kebutuhan, ini saat yang tepat untuk fokus memperbaiki hubungan yang mungkin sempat berjalan kurang baik. Tak lupa, kamu bisa pula sambil mengingat kembali janji yang pernah diucapkan ketika memutuskan untuk menikah dan hidup bersama.

6. Tahap krisis di masa tua

Tahap ini disebut krisis dikarenakan di fase ini pasangan biasanya sudah berusia di atas 40 hingga 50-an. Pada rentang usia tersebut, beberapa orang telah melewati puncak pernikahan, tetapi di sisi lain karier mulai meredup.

Orang mulai dihantui pemikiran masa pensiun yang semakin dekat, serta ketakutan menghadapi masa tua. Terkadang sejumlah orang bereaksi secara berlebihan ketika berada pada tahap ini yang membuat pasangan yang sudah menikah rentan menghadapi masalah dan mengalami konflik lagi. Agar hubungan tetap langgeng, keduanya harus mampu berkomitmen untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dibanding saling berkonfrontasi.

7. Tahap penyelesaian

Setelah melewati tahapan yang panjang dalam pernikahan, pasangan pada akhirnya akan menyadari bahwa sosok yang dipilihnya merupakan orang yang tepat menemani sisa hidup.

Mungkin beberapa orang akan melakukan kilas balik untuk melihat tahun-tahun awal mereka memilih bersama, serta merasa bahagia bisa melalui masa-masa sulit tersebut. Selain itu, pada fase ini pasangan sudah tidak lagi mempertimbangkan kekurangan satu sama lain, tetapi lebih bisa mendapatkan perasaan puas karena telah memilih orang yang tepat.