Menebak Nasib Jurusan Perminyakan 10 Tahun Mendatang

Menebak Nasib Jurusan Perminyakan 10 Tahun Mendatang

Menebak Nasib Jurusan Perminyakan 10 Tahun Mendatang

Menebak Nasib Jurusan Perminyakan 10 Tahun Mendatang

Momen perburuan bangku kuliah telah dimulai sejak awal tahun. Dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 membuka pendaftaran hingga besok (24/2) dan pengumuman hasil pada 22 Maret 2021.
Sedangkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 membuka pendaftaran pada 15 Maret – 1 April 2021 untuk kemudian tes pada April-Mei 2021 dan pengumuman di 14 Juni 2021.

Pilihan jurusan ada di tangan siswa dengan melihat berbagai pertimbangan mulai dari minat, kemampuan hingga jaminan masa depan cerah.

Melihat data yang ada, rupanya jurusan teknik mendapat perhatian cukup besar dari calon mahasiswa saat ini. Yodhia Antariksa, konsultan manajemen dan SDM, memproyeksikan jurusan teknik saat ini memang banyak dibutuhkan khususnya di bidang elektro dan sipil mengingat saat ini sedang pembangunan sedang gencar dilakukan.

Namun bagaimana dengan teknik perminyakan?

Untuk teknik perminyakan, jurusan ini dilihat tidak bisa menjanjikan masa depan cerah seperti dulu. Pasalnya, lanjut Yodhia, sumber energi tak terbarukan (non renewable energy sources) bakal ke depan bakal tergeser oleh sumber energi terbarukan.

Berbeda dengan sumber energi tak terbarukan, sumber energi terbarukan berasal dari sumber alami berupa matahari, angin, hujan, geothermal (panas bumi) dan biomassa.

Mengutip dari laman Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, Indonesia terbilang berlimpah sediaan energi terbarukan seperti angin, geothermal, surya, hydropower (energi dari air) juga biomassa yang meliputi biogas, biofuel padat dan biofuel cair.

Angin, misal, dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin sehingga mampu menghasilkan energi. Menurut Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (2009), Indonesia punya potensi energi angin mencapai 9.290 MW.

Kemudian geothermal, Indonesia termasuk punya potensi energi menjanjikan dari pemanfaatan panas bumi. Potensi geothermal Indonesia mencapai 27.000 MW.

Hanya saja, hingga tahun lalu kuliah jurusan perminyakan tampaknya masih dianggap ‘kinclong’ oleh calon mahasiswa. Terbukti dari data SBMPTN 2020, jurusan teknik perminyakan masih jadi primadona sehingga persaingan pun makin ketat.

pokerrepublik mengambil sampel 10 universitas dengan jurusan teknik perminyakan. Peluang dihitung dari ketersediaan kursi dibandingkan dengan jumlah peminat.

Universitas Negeri Padang
Daya tampung: 16 orang
Peminat: 554 orang
Peluang: 2,89 persen

UPN Veteran Yogyakarta
Daya tampung: 87 orang
Peminat: 1.425 orang
Peluang: 6,11 persen

Universitas Sriwijaya, Palembang
Daya tampung: 60 orang
Peminat: 912 orang
Peluang: 6,58 persen

Universitas Hasanuddin, Makassar
Daya tampung: 54 orang
Peminat: 768 orang
Peluang: 7,03 persen

Universitas Jambi
Daya tampung: 18 orang
Peminat: 198 orang
Peluang: 9,09 persen

Universitas Mulawarman, Samarinda
Daya tampung: 25 orang
Peminat: 206 orang
Peluang: 12,14 persen

Universitas Jember
Daya tampung: 31 orang
Peminat: 187 orang
Peluang: 16,58 persen

Universitas Tanjungpura, Pontianak
Daya tampung: 23 orang
Peminat: 100 orang
Peluang: 23 persen

Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Daya tampung: 34 orang
Peminat: 120 orang
Peluang: 28,33 persen

Universitas Khairun, Maluku Utara
Daya tampung: 25 orang
Peminat: 79 orang
Peluang 31,65 persen

Dari sampel data ini terlihat persaingan masuk jurusan teknik perminyakan di Universitas Negeri Padang terbilang sangat ketat. Lihat saja, peluang masuk begitu kecil, ‘hanya’ 2,89 persen tahun lalu.

Pun untuk SBMPTN tahun ini, daya tampung universitas jumlahnya tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Tahun ini, misal, UPN Veteran Yogyakarta menyediakan 85 kursi untuk jurusan teknik perminyakan.