Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis

Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis

Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis

 

Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis

Cerdaspoker Domino99  –  Untuk mendisiplinkan anaknya, tak tidak banyak orang tua yang tak sadar sudah melakukan teknik yang salah, contohnya berteriak pada anak-anak.

Memang tak dipungkiri, memperbanyak dan mengajar anak bukanlah urusan yang gampang dan dapat membuat putus asa karena barangkali tingkahnya. Namun, membentak anak juga tak dapat dibiarkan.

Berdasarkan keterangan dari sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Society for Research in Child Development, andai orang tua tidak menemukan teknik yang lebih baik untuk menanggulangi situasi atau mengendalikan putus asa mereka, maka berteriak ke anak terus-menerus mempunyai implikasi yang besar, yaitu dapat mengganggu perkembangan jati diri anak. Agodapoker

Dampaknya tak melulu terjadi dalam jangka pendek, melainkan dapat dialami anak dalam jangka panjang. Berikut sejumlah bahaya berteriak untuk anak yang butuh diketahui orang tua dilnasir dari  the health site.

1. Gangguan perilaku

Berdasarkan keterangan dari penelitian, berteriak melulu menyelesaikan masalah perilaku dalam sesaat. Namun, malah menciptakan lebih tidak sedikit masalah dalam jangka panjang karena dapat membuat perilaku anak malah lebih buruk.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa anak-anak berusia 13 tahun yang diteriaki oleh orang tuanya, bisa jadi perilaku buruk mereka bertambah di tahun-tahun berikutnya.

2. Mengubah teknik otak berkembang

Berdasarkan suatu studi yang diterbitkan dalam National Institute of Health, Amerika Serikat pada 2017, benak seorang anak dengan riwayat pelecehan verbal dari orang tuanya tampak bertolak belakang dari anak-anak yang tidak mengalaminya.

Terlihat terdapat perbedaan jasmani yang nyata dalam struktur otak, khususnya pada unsur yang memoderasi suara dan bahasa. Alasan evolusi itu ialah karena manusia disusun untuk memproses informasi negatif lebih cepat dibanding yang baik.

3.Stres kronis

Berdasarkan studi baru-baru ini di National Institute of Health, Amerika Serikat, berteriak pada anak-anak dapat mengakibatkan stres kronis yang pada ujungnya mengarah pada masalah kesehatan tertentu.

4. Sebabkan depresi

Bukan melulu membuat anak sedih, terluka, dan takut, berteriak pada anak dapat menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam dan membahayakan mereka di masa dewasa.

Berdasarkan keterangan dari penelitian di National Institute of Health, Amerika Serikat pada 2016, telah memutuskan adanya hubungan antara pelecehan emosional dan depresi. Pengalaman tersebut dapat meningkatkan risiko perbuatan merusak diri sendiri, seperti pemakaian narkoba.

5. Nyeri kronis

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychology mengungkapkan hubungan antara empiris negatif pada masa kanak-kanak dengan risiko mengalami situasi kronis yang menyakitkan pada etape selanjutnya.

Kondisi kronis yang dapat berkembang pada anak-anak ini di antaranya ialah radang sendi, sakit kepala yang buruk, masalah punggung dan leher.