Melempem di Klub, Dahsyat di Timnas

Melempem di Klub, Dahsyat di Timnas

Melempem di Klub, Dahsyat di Timnas

Melempem di Klub, Dahsyat di Timnas

Membela timnas dan tampil bersama klub memang dua agenda yang berbeda. Tetapi, bagi beberapa pemain, dua agenda itu punya keterkaitan. Khususnya bagi mereka yang melempem bersama klub, tetapi bersinar ketika berkostum timnas.

Seperti yang ditampilkan empat pemain dalam matchday awal kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa (25/3). Mereka adalah striker Turki Burak Yilmazwinger Belgia Thorgan Hazard, gelandang Bosnia-Herzegovina Miralem Pjanic, dan gelandang Republik Ceko Thomas Soucek.

Yilmaz menjadi yang paling disorot. Kapten Ay-Yıldızlılar –julukan Turki– itu mencetak hat-trick ke gawang Belanda di Ataturk Olympiyat Stadi, Istanbul. Penampilan striker 35 tahun itu seolah jadi bukti bahwa dia masih bisa kompetitif di level atas. Daftar di sini

Padahal, tidak sedikit yang berasumsi bahwa Yilmaz sudah habis ketika Besiktas melepasnya secara gratis akhir musim lalu. Lille OSC (LOSC) yang merekrutnya awal musim ini dengan durasi kontrak dua musim juga dicibir karena berani gambling dengan striker yang sudah veteran.

Apalagi, riwayat cedera Yilmaz cukup banyak. Dalam kurun dua musim terakhir sebelum berkostum LOSC, dia mengalami enam jenis cedera. Yang paling parah ketika absen selama 70 hari saat menjalani operasi kaki awal musim lalu. Yilmaz juga sempat cedera betis awal tahun ini dan menepi selama 53 hari.

Entraineur LOSC Cristophe Galtier secara implisit pernah mengatakan bahwa timnya tidak butuh Yilmaz. Khususnya ketika Yilmaz absen, LOSC malah tidak terkalahkan dalam sembilan journee Ligue 1 dengan tujuh journee di antaranya sukses dimenangi. Dalam tiga laga setelah sembuh dari cedera, Yilmaz juga nirgol dan LOSC gagal menang.

Meski begitu, pelatih Turki Senol Gunes masih percaya dengan Yilmaz. Bahkan, Gunes memberikan ban kapten kepada mantan pemain Galatasaray dan Trabzonspor tersebut.

”Dia punya banyak pengalaman (64 caps sampai kemarin, Red) dan itulah yang kami butuhkan ketika menghadapi tim kuat seperti Belanda,” tutur Gunes di laman resmi TFF (PSSI-nya Turki).

”Mengalahkan Belanda dengan skor 4-2, apalagi di tengah pandemi Covid-19, adalah kebanggaan bagi seluruh pelosok negeri. Terutama bagi penampilan hebat Burak Yilmaz dan kecerdikan Senol Gunes.” Begitu pujian dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui sambungan telepon dari Menpora Mehmet Kasapoglu yang mengunjungi ruang ganti tim setelah laga seperti dilansir Reuters.

Selain Yilmaz, Soucek turut menorehkan trigol kemarin. Hat-trick pemain 26 tahun itu ke gawang Estonia pun sempurna karena dihasilkan melalui kaki kanan, kaki kiri, dan sundulan.

Aksi Soucek juga hanya berselang dua hari setelah dia ditahbiskan sebagai Pemain Terbaik Republik Ceko 2020.

”Di West Ham United, Soucek mungkin hanya pemain minor. Tapi, bersama timnas Republik Ceko, dia adalah segalanya,” sanjung Vladimir Coufal, bek kanan Republik Ceko sekaligus rekan Soucek di West Ham.

Moncer di timnas setelah melempem di klub juga ditampilkan Thorgan dalam kemenangan 3-1 Belgia atas Wales. Juga Pjanic ketika Bosnia-Herzegovina menahan seri 2-2 Finlandia.

Musim ini, Thorgan kerap cedera bersama Borussia Dortmund sehingga baru tampil 18 kali. Pjanic yang baru musim ini memperkuat FC Barcelona juga bukan pilihan reguler entrenador Ronald Koeman. Kesamaan Thorgan dan Pjanic kemarin, mereka sama-sama dipercaya mengenakan nomor 10 di timnas masing-masing.