Mamot Terakhir di Bumi Telah Mati 4000 Tahun Lalu

Mamot Terakhir di Bumi Telah Mati 4000 Tahun Lalu

Mamot Terakhir di Bumi Telah Mati 4000 Tahun Lalu

Mamot Terakhir di Bumi Telah Mati 4000 Tahun Lalu

Cerdaspoker Domino99  – Studi teranyar mengungkap populasi mamot berbulu terakhir yang terdapat di Bumi diduga punah selama 4.000 tahun lalu. Mamot berbulu (Mammuthus primigenius) ini sebelumnya sukses bertahan hidup sampai periode zaman es berakhir.

Hasil penelitian menulis populasi mamot berbulu ini menempati Pulau Wrangel, Samudra Arktik salah satu Laut Chukchi dan Laut Siberia Timur. Kondisi habitat menciptakan mamot melulu menghabiskan energi yang lebih sedikit.

Sementara mamot Siberia menguras energi untuk menghanguskan cadangan lemak guna bertahan hidup ketika musim dingin ekstrem.

Temuan tulang, gading, dan gigi mengungkap mamot berbulu Pulau Wrangel ini mempunyai perbedaan jenis dengan struktur tulang mamot berbulu, gading, dan gigi yang dikoleksi di Kanada, Alaska, dan Siberia.
Struktur dan komposisi ini menunjukkan adanya evolusi pola makan, habitat, dan lingkungan yang memengaruhi usia mereka. Hal ini pula yang menciptakan populasinya dapat bertahan menghadapi evolusi iklim dikomparasikan populasi mamot lain.

Fosil mamot di Pulau Wrangel ini mempunyai kandungan sulfat tinggi. Jika mamot beda punah dampak kehilangan habitat dan kelemahan pasokan makanan, kandungan sulfat mengindikasikan mamot Wrangel punah dampak meminum air yang sudah tercemar.

Disamping itu, cuaca fanatik berupa hujan dan salju yang melapisi tanah disebut pun membuat kesehatan mamot Wrangel menurun. Para peneliti memperkirakan evolusi cuaca fanatik membuat mamot kendala mencari makan sampai membuat mereka kelaparan.

Manusia disebut pun berperan menciptakan mamot Wrangel punah. Bukti mula menunjukkan adanya tanda-tanda kegiatan perburuan mamot oleh yang menghuni Pulau Wrangel.

Hewan besar yang diduga mempunyai tinggi 3,5 meter ini diduga mempunyai ukuran yang tak jauh bertolak belakang dengan gajah Asia canggih saat ini.

Berakhirnya zaman es mengakibatkan seluruh lapisan es di dunia mencair sampai meningkatkan elevasi air es dan membenamkan daratan. Hewan besar ini diduga punah dari daratan Euroasia dan Amerika Utara di akhir zaman es atau selama 12 ribu tahun lalu.