Main 4 Kali, Tim Nasional Muda Indonesia Sapu Bersih 4 Kemenangan

Main 4 Kali, Tim Nasional Muda Indonesia Sapu Bersih 4 Kemenangan

Main 4 Kali, Tim Nasional Muda Indonesia Sapu Bersih 4 Kemenangan

Main 4 Kali, Tim Nasional Muda Indonesia Sapu Bersih 4 Kemenangan

Indonesia Patriots memang dihuni banyak pemain muda. Namun, tim nasional Indonesia junior itu tak minder kala bentrok dengan tim yang bermateri mayoritas pemain senior. Kekuatan mental itu mereka buktikan lewat sapu bersih empat kemenangan pertama di Indonesian Basketball League (IBL) 2021. Daftar di sini

Kemarin (13/3) Amartha Hangtuah menjadi korban keganasan Patriots. Hangtuah menyerah dengan skor 60-70 di Robinson Cisarua Resort, Bogor.

Indonesia Patriots juga meraih kemenangan hari ini. Yakni dengan mengalahkan Prawira Bandung dengan skor 78-73. Hasil itu membuat Patriots kukuh di puncak klasemen sementara Divisi Putih. Tim asuhan Youbel Sondakh tersebut mengemas delapan poin dari empat pertandingan.

Saat melawan Hangtuah, center Patriots Kelvin Sanjaya dan Aldy Izzatur Rachman tampil cemerlang. Keduanya menyumbang poin terbanyak untuk Patriots. Kelvin mengemas 17 poin dan 10 rebound. Sementara itu, Aldy mencatat 16 poin, 4 rebound, dan 1 assist. Aldy pun menjadi sorotan. Sebab, itu adalah debutnya di kompetisi profesional.

Saat mengalahkan Prawira, point guard Yudha Saputera menjadi bintang dengan donasi 26 poin.

’’Harus percaya diri sih. Yang pertama biasa untuk repetisi shooting. Lalu, saat mendapat bola dari teman, yakin saja. Mereka sudah susah passing, masak tidak dimasukkan ke ring,’’ ujar Aldy.

Manajer Patriots Andy ’’Batam’’ Poedjakesuma mengakui bahwa timnya tampil mengejutkan. Itu sekaligus membuktikan bahwa pemain Patriots bisa mengaplikasikan hasil training camp (TC) selama empat bulan terakhir.

Nanti para pemain muda tersebut juga dipersiapkan untuk timnas 2023 mendatang.

Dilihat dari tiap permainan, Andi menilai ada improvisasi yang terus dilakukan. ’’Ada hal-hal kecil yang jadi evaluasi tim. Masih sering diingatkan soal posisi harus gimana. Masalah komunikasi yang seperti itu,’’ ujar Batam.

Batam menilai pasukannya sudah bisa bersaing dengan tim-tim IBL. Namun, masih terlalu dini bila dikatakan timnya memiliki level yang sama. ’’Ini tahun pertama anak-anak bermain di IBL. Kami hanya memberi mereka bekal agar kelak siap bermain di liga profesional,’’ katanya.